Sabtu, 07 Januari 2012

Ertiga, Lawan Berat Avanza-Xenia Diperkenalkan di India


















MPV 7 penumpang Suzuki Ertiga diperkenalkan di Auto expo 2112, New delhi, India

New Delhi, KompasOtomotif - Di India MPV ini masih dianggap baru! Namun di Indonesia, Ertiga akan menjadi lawan berat duet Avanza-Xenia. Hal tersebut bisa dilihat dari dimensi dan mesin yang dipilih Suzuki untuk MPV ini. Bahkan bisa jadi, juga menyosor Kijang Innova. Pasalnya, dimensi Ertiga lebih pendek 220 mm (22 cm) dan lebarnya lebih kecil 55 mm dari Innova.

Peluncuran Ertiga hari ini di India - saat tampil pertama kali sebagai MPV konsep di Auto Expo New Delhi pada 2010 disebut RIII - mendapatkan perhatian besar dari media otomotif India. Maklum, inilah debut Ertiga di dunia dan nantinya akan menjadi produk global Suzuki.

Mesin

Di India, Ertiga ditawarkan dengan dua mesin. Pertama mesin diesel 1,3 liter Multijet yang dipasok oleh Fiat. Kemampuan mesin ini menghasilkan tenaga 88 PS @4.000rpm dan torsi 200 Nm @1.750 rpm dengan konsumsi bahan bakar 20,77 km per liter (kpl).

Mesin kedua, bensin 1,4 liter digunakan untuk Ertiga yang dipasarkan di Indonesia) menghasilkan tenaga 94 PS @6.000rpm dan torsi 130 Nm @4.000 rpm. Kemampuan tersebut lebih besar dibandingkan dengan Avanza 1,3 liter atau Xenia (92 PS @6,.000 rpm, 11,9 kg-m @4.400 rpm), namun di bawah kemampuan mesin Avanza 1,5 liter (109 PS @6.000 rpm, torsi 14,4 kg-m @4.400 rpm).

Khusus mesin bensin ini, konsumsi bahan bakar diperkirakan 10 – 12 kpl. Namun Maruti mengklaim 16 kpl.

Interior

Desain rumah roda yang besar dinilai mirip dengan kendaraan komersial. Bodi dengan bumper didesain terintegrasi. Dari laporan beberapa media India, interior Ertiga termasuk lega untuk 7 orang penumpang. Akses keluar-masuk ke jok baris kedua dan tiga (belakang) yang dapat dilipat.

Dasbor sama dengan model Swift, namun warnanya lebih cerah (beige). Versi paling top dipasang ban dan pelek 15 inci.

Setir tampil dengan desain palang tiga, dilengkapi dengan power steering listrik (EPS), tilt steering, AC double blower, unit audio dengan koneksi USB, tombol audio di setir, keyless entrydan central lock. Untuk suspensi, basisnya sama dengan Swift, McPherson strut.

Kendati diperkenalkan hari ini, namun baru diluncurkan secara resmi akhir Maret dan mulai dijual awal April 2012.

Dimensi

Panjang : 4.265 mm

Lebar : 1.695 mm

Tinggi : 1.685 mm

Jarak sumbu roda : 2.740 mm (10 mm lebih pendek dari Kijang Innova)


Kompas

Mesin ESEMKA Boedoet (SMK 1 Jakarta)

Bengkel ini lebih mirip hanggar. Sangat besar untuk sekadar bayangan sebuah ruang praktek siswa sekolah menengah kejuruan. Di sinilah 15 dari seribu komponen mesin Esemka, yang telah menggelinding dalam rupa sebuah sport utility vehicle, berasal dan dirakit.

Tempo mengunjungi bengkel kerja siswa SMK 1 Jakarta, Kamis 5 Januari 2012. Sekolah memang masih libur, tapi aktivitas masih berdenyut di sana. Sopandi, misalnya, tampak mengutak-atik satu di antara puluhan mesin bubut yang ada di satu sudut. Dia dikelilingi sejumlah pemuda yang berasal dari perusahaan lokal, mitra kerja SMK 1 Jakarta.

Di sudut lainnya, segala peralatan bengkel otomotif, bangunan, listrik, serta teknik komputer dan jaringan bertebaran. Berada di dalam bengkel itu seperti hilang ingatan bahwa sekolah yang sedang diinjak dan tenar dengan nama Boedoet itu identik dengan tradisi tawuran pelajar di Ibu Kota.

Sopandi sendiri adalah guru dari jurusan permesinan. Dia bersama Agung Pramono, guru dari jurusan otomotif, ikut berperan mendampingi para siswa SMK 1 Jakarta dalam program Esemka. "Kami mengurusi cetakan dan material komponen, sedang bagian otomotif yang berperan dalam perakitan," katanya.

Total ada dua guru dan lima siswa dari SMK 1 Jakarta yang terlibat dalam perancangan, pembuatan, dan perakitan mesin Esemka. Mereka ikut dilibatkan bersama sejumlah SMK lainnya dalam program nasional itu per dua tahun lalu. Program dijalankan Kementerian Pendidikan Nasional.

Kepercayaan diberikan tak lepas dari prestasi sekolah itu menyabet gelar Juara II Olimpiade Sains Terapan Tingkat Nasional di bidang lomba fisika terapan pada tahun yang sama. Sejak itu identitas pelajar suka tawuran semakin luntur.

"Kami tidak pakai lari lagi, tapi lompat," kata Akhmad Nahyani, Wakil Kepala SMK 1 Jakarta Bidang Sarana dan Prasarana ketika ditemui di kantornya kemarin. "Ada prestasi yang dicapai."

Kini SMK 1 Jakarta bertekad terkenal dari bengkel mirip hanggar yang ada di samping gedung tua sekolah itu. Bengkel seluas 100 x 18 meter dengan tinggi atap yang hingga 7 meter itu juga rasanya memang masih lega untuk menampung kepercayaan dari program-program lainnya.

Wajar karena sekolah itu telah merintis menjadi sekolah kejuruan unggulan di bidang teknologi. "Mungkin karena ini sekolah tertua, lokasinya strategis, dekat dengan Istana, pencitraan sekolah ini bisa menjadi contoh," ujar Nahyani.

l MAHARDIKA SATRIA HADI

Rabu, 04 Januari 2012

Microsoft Touch Mouse Memberi Pengalam Baru dalam Bernavigasi

Touch mouse juga dilengkapi dengan teknologi Blue Track, yang memungkinkan mouse ini digunakan di sembarang permukaan termasuk kayu, batu granit atau batu marmer – tidak lagi tergantung pada permukaan mouse padyang datar dan halus.

Namun, setelah menjajal fitur-fitur di Touch Mouse, respon mouse ini bisa dikatakan kurang peka. Butuh waktu untuk melakukan gerakan-gerakan jari dengan benar agar mouse ini dapat menerjemahkannya. Fungsi klik kanan dan kirinya pun kadang tidak merespon dengan cepat dan baik. Ketika melakukan klik kanan, mouse mengartikannya sebagai klik kiri. Malah ada kalanya tidak merespon sama sekali.



Microsoft Touch Mouse yang dibanderol dengan harga Rp 749 ribu ini, dirancang eksklusif untuk perangkat komputer bersistem operasi Windows 7. Anda masih bisa menggunakan Touch Mouse pada komputer beristem operasi Linux, Mac OS, ataupun Windows di bawah versi 7, hanya saja fitur-fitur di atas tidak berfungsi maksimal.

Kompas

Sukiyat, Kiat ESEMKA, dan JOKOWI ... 2014?

Sosok yang berperan dalam "kelahiran" mobil Kiat Esemka adalah Sukiyat, pemilik dan pendiri Kiat Motor. Bekerja sama dengan Direktorat Pendidikan Kejuruan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, pria kelahiran Trucuk, Klaten. 22 April 1957 ini merintis perakitan mobil bikinan anak bangsa.

Mobil Esemka naik daun setelah Wali Kota Surakarta, Joko Widodo menggunakannya sebagai mobil dinas. (baca: Jokowi: Mobil Esemka Lebih Nyaman dari Camry). Mobil yang dirakit para pelajar SMK Warga Surakarta dan Kiat Motor tersebut menggunakan komponen 80 persen lokal dan 20 persen impor.

Sukiyat mengawali usaha bengkel motor pada 1978. Kini usahanya berkembang menjadi tempat pengecatan mobil dengan sistem oven dan perbaikan bodi mobil. Persinggungannya dengan siswa sekolah menengah kejuruan dimulai ketika pada 2007, ayah dua anak ini memodifikasi sebuah Toyota Crown menjadi mirip Toyota Land Cruiser.

Tertarik dengan kreativitas Sukiyat, Direktur Pendidikan Kejuruan Joko Sutrisno lantas menyambangi rumahnya di Jalan Yogya-Solo, Ngaran, Klaten. “Dia ingin mengajak kerja sama merakit mobil yang dikerjakan oleh siswa SMK,” katanya ketika ditemui di Solo, Selasa, 3 Januari 2012.

Singkat cerita, sejak 2008 hingga kini bengkel seluas 6.500 meter persegi ini tidak sepi dari aktivitas perakitan mobil oleh siswa SMK. Setidaknya ada 20 SMK yang menitipkan siswanya untuk magang di tempatnya. “Ada yang dari Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah,” lanjut pria yang tidak lulus STM di Klaten ini.

Kemudian, dia turut andil tatkala mendampingi siswa SMK 2 dan SMK Warga Surakarta yang merakit mobil Kiat Esemka. Dua unit mobil hasil perakitan kini telah digunakan sebagai mobil dinas Wali Kota Surakarta Joko Widodo dan Wakil Wali Kota Surakarta Hadi Rudyatmo.

Menurut Sukiyat, dana dua unit mobil tersebut dari masing-masing sekolah, yang mendapat dana dari Kemendikbud. Satu unit biayanya sekitar Rp 350 juta. Komponen mesin didatangkan dari Jakarta, yang juga buatan siswa SMK 1 Jakarta.

Kemudian blok mesin dibikin di Klaten, dan mesin dirakit di SMA Warga. Mesin tersebut berjenis TwinCam dengan merek Esemka dengan kapasitas 1.500 cc. “Sudah injeksi. Sehingga irit bahan bakar karena pembakarannya sempurna,” katanya.

Dimulai pada September 2011, mobil Kiat Esemka yang berjenis Sport Utility Vehicle (SUV) selesai 2,5 bulan kemudian. Dia mengaku bangga dengan hasil karya siswa SMK. Hal itu membuktikan bahwa Indonesia tidak kalah dengan negara lain.


Dengan meluncurkan Kiat Esemka, “Mimpi saya bisa menjadi seperti Henry Ford, yang bisa membuat mobil,” ujar Sukiyat. Nama Kiat Esemka dipilih karena dia turut andil dalam pembuatan bodi, yakni sekitar 80 persen dari total perakitan mobil.

Hingga kini, bengkelnya tidak berhenti bekerja. Sukiyat ingin terus mendidik siswa SMK agar mahir merakit dan nantinya bisa mandiri. Dia berharap lulusan SMK yang dia didik bisa menjadi wirausaha yang berbasis pada industri otomotif.

UKKY PRIMARTANTYO

UltraBook: Calon Bintang Baru 2012

Laptop yang diprediksi akan menjadi tren di tahun 2012 ini adalah laptop dengan bentuk atau form factor yang tipis dan tak lagi menggunakan optical drive internal. Para vendor laptop pun telah bersiap sejak akhir tahun lalu mempersiapkan tren laptop super tipis ini.

Selain itu, para vendor juga akan berlomba memproduksi laptop ramah lingkungan yang pastinya hemat energi atau biasa disebut hybrid.

Tahun 2011 lalu, tercatat beberapa vendor telah memulai pemasaran laptop super tipis. Seperti Acer dengan Aspire S3, Asus dengan Zenbook, Lenovo dengan IdeaPad U300S, dan Toshiba dengan Portege Z830.

Ada dua jenis laptop "tipis" yang diprediksi akan mengalami kemajuan pesat di tahun 2012 ini, yaitu ultrabook dan pastinya, MacBook Air dari Apple, produsen komputer yang selalu menjaditrend setter.

Apple MacBook Air

Desain MacBook Air yang super tipis dan ringan diprediksi akan dikembangkan dan diadopsi ke laptop-laptop besutan Apple yang lain, termasuk MacBook Pro.

Di tahun ini, juga berkembang rumor bahwa Apple akan membuat laptop yang memiliki layar beresolusi tinggi, 2.880 x 1.800 piksel.

Sedangkan untuk mesin MacBook Air, Apple akan membekali prosesor dengan Intel Ivy Bridge, baik itu Core i5 ataupun Core i7. MacBook Air kembali selangkah lebih maju karena telah mengadopsi teknologi Thunderbolt dari Intel, sehingga memungkinkan untuk melakukan transfer data multimedia yang lebih cepat.

Selain itu, MacBook Air juga didukung dengan teknologi USB 3.0 dan akan meningkatkan kualitas grafis dengan menyematkan graphic card dari Nvidia. Ada kemungkinan lain, perusahaan yang didirikan oleh Steve Jobs ini akan menggunakan chip Apple A series milik mereka sendiri.

Ultrabook

Kebanyakan vendor komputer akan fokus mengembangkan ultrabook. Ultrabook merupakan subkategori baru dari jenis komputer jinjing atau laptop. Ketebalannya kurang dari 15 mm, lebih tipis dibandingkan notebook dan netbook. Beratnya juga kurang dari 2 kg. Tak seperti netbook, ultrabook disematkan hardware yang mumpuni.

Kebanyakan ultrabook tetap menggunakan sistem operasi (operating system - SO) Windows. Jika Windows 8 jadi diluncurkan pada awal tahun ini, OS terbaru besutan Microsoft ini akan mendominasi ultrabook. Apalagi, pengguna Windows sudah sangat familiar dengan software yang jumlahnya mencapai 4 juta aplikasi.

Kebanyakan ultrabook akan dibekali dengan prosesor Intel Ivy Bridge, baik itu Core i5 ataupun Core i7. Untuk pasar prosesor laptop, Intel jelas masih mendominasi pasar global jika dibandingkan dengan AMD.

Ukuran yang tipis serta berat yang ringan nampaknya telah menjadi kebutuhan semua konsumen laptop, agar lebih mudah dibawa ke manapun. Baik MacBook Air dan ultrabook, akan meningkatkan daya tahan baterai. Konsumsi listriknya juga akan diminimalisir agar hemat energi dan ramah lingkungan.

Namun, kedua jenis laptop ini memiliki masalah yang sama, yakni harga yang terbilang tinggi. Kedua produk ini seakan diperuntukan untuk segmen high- end. Yang jelas, para vendor produsen ultrabook harus bersaing menawarkan harga yang kompetitif. Lain cerita dengan Apple yang sudah memiliki pengguna setia.



Senin, 02 Januari 2012

Jokowi dengan Mobil ESEMKA, Hadiah Tahun Baru 2012

Wali Kota Surakarta Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo (Rudy) mulai Selasa, 3 Januari 2012, akan memakai mobil dinas rakitan para siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) dengan Kiat Motor.

"Pak Jokowi nanti akan memakai mobil yang dirakit SMK Negeri 2 Solo bersama Kiat Motor dan Pak Rudy mendapat jatah dari mobil yang dirakit oleh para pelajar SMK Warga Solo bersama Kiat Motor," kata Kepala Dinas Pendidikan Pemudan dan Olahraga Pemkot Surakarta, Rahmat Sutomo, seusai penyerahan mobil tersebut di halaman Balaikota Surakarta, Senin 2 Januari 2012.

Mobil yang dirakit para pelajar SMK dan Kiat Motor yang menggunakan komponen 80 persen buatan lokal dan 20 persen impor itu dibiayai oleh Menteri Pendidkan dan Kebudayaan M. Nuh. "Kedua unit mobil yang akan dipakai sebagai mobil dinas Wali Kota Surakarta dan Wakil Wali Kota Surakarta itu statusnya pinjam pakai," katanya.

Sukiat, pendamping perakitan mobil SMK tersebut, mengatakan harga mobil itu Rp 95 juta per unit--itu kalau diproduksi massal. "Komponen mobil ini sebagian besar buatan anak-anak SMK yang ada di Solo Raya."

"Kami berharap, setelah Pak Jokowi dan Pak Rudy mau memakai mobil rakitan dari anak-anak SMK di Solo Raya, nantinya bisa berkembang dengan baik dan para pejabat lainnya juga mau mengikuti menggunakan mobil ini untuk dinas ataupun pribadi," katanya.

Usai menyerahkan mobil tersebut, Kepala SMK Negeri 2 Solo Susanto dan Kepala SMK Warga Solo Heru Munandar mengatakan untuk perawatan tidak ada masalah. "Mekanik kami siap 24 jam untuk memberikan palayansn apabila ada masalah di kedua mobil yang dipergunakan Pak Jokowi dan Pak Rudy."

Jokowi mengaku bangga dengan kreativitas siswa SMK di Solo. "Saya sangat bangga bisa menggunakan mobil rakitan anak-anak SMK dan Kiat Motor yang pertama. Mobil ini juga tidak kalah dengan mobil-mobil lainnya, silakan dicek dan dicoba. Mobil ini nantinya juga akan saya digunakan untuk dinas," kata Jokowi.

Ia mengatakan di negara-negara produsen mobil seperti di Jepang dan Korea, awal produksi mobil mereka juga seperti yang dilakukan para siswa SMK di Solo Raya ini. Sistem ini akan memperkokoh ketahanan ekonomi di khususnya untuk produsen mobil.

"Menggunakan mobil dinas dengan buatan sendiri ini sama saja mencintai produknya sendiri, maka kami juga memakai produksi sendiri," kata Rudy.

WDA | ANT

Kepala Desainer Apple, Jonathan Ive, mendapat hadiah istimewa di awal tahun 2012

Lelaki berkebangsaan Inggris yang berjasa mengembangkan perusahaan nomor satu di Amerika Serikat ini mendapat gelar kebangsawanan di daftar Penghargaan Tahun Baru.

Seperti dikutip dari laman BBC, setelah mendapatkan gelar Knight Commander of the British Empire, Jony pun mendapat gelar "Sir" di depan namanya. Dengan demikian secara resmi namanya menjadi Sir Jonathan Paul Ive.

Gelar ini pun disambut penuh suka cita oleh Jony. "Saya sadar mengambil banyak manfaat dari keindahan tradisi di bidang desain dan pembuatan Inggris Raya. Sejak awal saya menemukan apa yang saya inginkan adalah mendesain," tutur Ive.

Dibesarkan di Chingford, sebuah distrik di London, Jony Ive mulai bekerja di Apple pada tahun 1992. Sejak itu pula Jony menjadi 'otak' di balik sejumlah produk keren Apple.

Tapi. bakat Jony Ive dalam hal desain, bisa dibilang, menjadi besar berkat pendiri Apple Steve Jobs. Saat Jobs kembali ke Apple dan menjadi iCEO (interim CEO, atau Kepala Eksekutif Sementara), Jobs menunjuk Jony Ive sebagai Wakil Presiden Senior di bidang desain industri.

Dalam buku biografi "Steve Jobs" yang ditulis Walter Isaacson, Jony dikabarkan memiliki rencana untuk keluar dari Apple. Kala itu, Jony muak dengan fokus Apple yang sangat mementingkan profit, yang seakan tidak peduli dengan estetika produk.

Tapi ucapan Jobs membuat Jony urung keluar. Saat itu Jobs berkata, "Tujuan Apple bukan hanya untuk menghasilkan uang, tapi untuk membuat produk hebat."

Keputusan Jony Ive sungguh tepat. Bersama Steve Jobs, Jony menjadi orang yang sangat berjasa di balik keindahan produk-produk Apple. Visi Jobs mengenai estetika, berhasil diterjemahkan sempurna oleh Jony Ive menjadi produk yang cantik nan bermanfaat.

Berawal dari membesut desain iMac, Jony Ive pun kemudian terus menghasilkan sejumlah desain produk yang menjadi ikon Apple. Dari produk yang terbilang tak berhasil seperti PowerBook G4, G4 Cube, hingga produk andalan Apple seperti MacBook, MacBook Pro, MacBook Air, iPod, iPhone, dan iPad.

Enam hasil karya Ive, termasuk iPod model awal, telah jadi bagian dari koleksi Museum of Modern Art di New York, AS. (eh)



Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...