Tampilkan postingan dengan label otomotif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label otomotif. Tampilkan semua postingan

Rabu, 11 Januari 2012

Gilirian Bakri Membidik Mobil Esemka?

SOLO—Grup Bakrie mempertimbangkan untuk berinvestasi dalam produksi mobil Kiat Esemka. Pertimbangannya, mobil Esemka merupakan produk putra bangsa yang memunculkan kebanggaan.

Kemungkinan Grup Bakrie berinvestasi itu, disampaikan Direktur Bakrie Communication, Taufan Eko Nugroho Rotorasiko, usai menjalani test drive mobil Esemka di kompleks rumah dinas Walikota Surakarta, Loji Gandrung, Selasa (10/1).

”Kita lihat. Kalau angkanya tepat, Bakrie Group kemungkinan akan masuk. Selama ini Bakrie Group selalu ingin mencari usaha yang memajukan bangsa,” kata Taufan, semalam.

”Saya mewakili Bakrie Group, selama ini selalu ingin memiliki usaha yang bisa memajukan bangsa. Yang bisa menyejahterakan masyarakat. Dan mobil ini memiliki potensi untuk itu,” kata menantu Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie itu.

Dia menganalogikan, bisnis mobil Esemka, berpotensi sama seperti bisnis telekomunikasi yang dibangun Group Bakrie. Kesamaannya, kata Taufan, terletak pada pangsa pasarnya, yakni penggunanya akan banyak. ”Tentu menguntungkan bagi penggunanya, menguntungkan juga bagi pembuatnya. Menguntungkan ahli-ahli otomotif Indonesia dan menguntungkan bagi kita semua,” kata Ketua DPP KNPI itu.

Sebagai pebisnis, Taufan mengaku sudah terbiasa memakai mobil berbagai merek. Hanya saja, dia belum akan bangga jika belum menggunakan mobil Esemka. Meskipun belum memastikan menjadi investor Esemka, Taufan meyakini, nantinya mobil Esemka akan banyak menarik investor, terutama yang tertarik di bidang otomotif.

”Kalau angkanya tepat baik Bakrie Group maupun investor lainnya baik dalam maupun luar negeri pasti akan tertarik,” ujarnya. Taufan yang sudah merasakan sendiri mobil Esemka, memberikan apresiasi, terhadap karya pelajar Solo itu. ”Tadi saya sudah mencoba sendiri. Ternyata hasilnya lebih dari yang saya harapkan. Pengerjaannya sudah cukup rapi,” katanya.

Menurutnya, mobil Esemka menjadi bukti, bahwa kemampuan pemuda Indonesia tidak kalah dibandingkan pemuda luar negeri. ”Mobil impor yang harus waspada pada mobil lokal,” ujarnya.

Selain memuji produk Esemka, dia juga mengapresiasi Walikota Joko Widodo, sebagai kepala daerah yang bangga menggunakan produk lokal. ”Saya sangat mengapresiasi langkah pemerintah daerah yang mau menggunakan produk lokal,” kata Taufan.

Sementara itu, Walikota Joko Widodo, mengatakan selain Bakrie Grup ada juga sejumlah investor nasional yang sudah tertarik. Namun semua baru sebatas penjajakan. Jokowi juga sudah mengantongi sejumlah investor dari lokal, namun ia masih menyimpan rapat-rapat nama tersebut.

Sedang untuk investor, Jokowi akan mendahulukan investor lokal dan domestik. Selain itu, latar belakang dan pengalaman investor menjadi pertimbangan utama. Menurutnya, yang penting dari produk Esemka adalah semangat nasionalismenya.

”Yang pertama tentu kita harus melihat track record-nya. Mungkin yang punya background otomotif. Tapi yang paling penting adalah punya rasa dalam negeri,” kata Walikota.

Terkait besarnya nilai investasi yang dibutuhkan, Walikota mengaku masih harus melihat dulu seberapa besar jumlah produksinya dan pangsa pasarnya. Setelah itu, dia baru berani memastikan nilai investasi untuk mobil Esemka. ”Itu masih akan kami hitung. Semua juga tergantung besaran produksinya. Kalau produksinya 1.000 tentu nilainya lebih besar dari kalau hanya produksi 100 unit,” katanya.

Walikota memastikan masuknya investor yang masuk nanti tidak lantas akan menyingkirkan usaha kecil menengah (UKM) yang terlibat. ”Mungkin nanti investor akan masuk dalam after finishing-nya. Mungkin untuk pendistribusian ke agen-agen atau pelayanan purna jualnya,” ujarnya.

Agni Vidya P / Joglosemar

Sabtu, 07 Januari 2012

Mesin ESEMKA Boedoet (SMK 1 Jakarta)

Bengkel ini lebih mirip hanggar. Sangat besar untuk sekadar bayangan sebuah ruang praktek siswa sekolah menengah kejuruan. Di sinilah 15 dari seribu komponen mesin Esemka, yang telah menggelinding dalam rupa sebuah sport utility vehicle, berasal dan dirakit.

Tempo mengunjungi bengkel kerja siswa SMK 1 Jakarta, Kamis 5 Januari 2012. Sekolah memang masih libur, tapi aktivitas masih berdenyut di sana. Sopandi, misalnya, tampak mengutak-atik satu di antara puluhan mesin bubut yang ada di satu sudut. Dia dikelilingi sejumlah pemuda yang berasal dari perusahaan lokal, mitra kerja SMK 1 Jakarta.

Di sudut lainnya, segala peralatan bengkel otomotif, bangunan, listrik, serta teknik komputer dan jaringan bertebaran. Berada di dalam bengkel itu seperti hilang ingatan bahwa sekolah yang sedang diinjak dan tenar dengan nama Boedoet itu identik dengan tradisi tawuran pelajar di Ibu Kota.

Sopandi sendiri adalah guru dari jurusan permesinan. Dia bersama Agung Pramono, guru dari jurusan otomotif, ikut berperan mendampingi para siswa SMK 1 Jakarta dalam program Esemka. "Kami mengurusi cetakan dan material komponen, sedang bagian otomotif yang berperan dalam perakitan," katanya.

Total ada dua guru dan lima siswa dari SMK 1 Jakarta yang terlibat dalam perancangan, pembuatan, dan perakitan mesin Esemka. Mereka ikut dilibatkan bersama sejumlah SMK lainnya dalam program nasional itu per dua tahun lalu. Program dijalankan Kementerian Pendidikan Nasional.

Kepercayaan diberikan tak lepas dari prestasi sekolah itu menyabet gelar Juara II Olimpiade Sains Terapan Tingkat Nasional di bidang lomba fisika terapan pada tahun yang sama. Sejak itu identitas pelajar suka tawuran semakin luntur.

"Kami tidak pakai lari lagi, tapi lompat," kata Akhmad Nahyani, Wakil Kepala SMK 1 Jakarta Bidang Sarana dan Prasarana ketika ditemui di kantornya kemarin. "Ada prestasi yang dicapai."

Kini SMK 1 Jakarta bertekad terkenal dari bengkel mirip hanggar yang ada di samping gedung tua sekolah itu. Bengkel seluas 100 x 18 meter dengan tinggi atap yang hingga 7 meter itu juga rasanya memang masih lega untuk menampung kepercayaan dari program-program lainnya.

Wajar karena sekolah itu telah merintis menjadi sekolah kejuruan unggulan di bidang teknologi. "Mungkin karena ini sekolah tertua, lokasinya strategis, dekat dengan Istana, pencitraan sekolah ini bisa menjadi contoh," ujar Nahyani.

l MAHARDIKA SATRIA HADI
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...