Tampilkan postingan dengan label lokal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label lokal. Tampilkan semua postingan

Rabu, 15 Mei 2013

Facebook Siapkan Konten Lokal ala Indonesia

Jakarta - Facebook sedang mempersiapkan stiker bertema wayang bagi para penggunanya di Tanah Air. Langkah ini merupakan bagian dari upaya manajemen untuk meningkatkan kepuasan para pengguna.

"Ini akan diluncurkan lewat kerja sama dengan Telkomsel," kata Aaron Goldsmith, Product Manager on Stickers dari Facebook. Aaron menyampaikan ini menanggapi pertanyaan Tempo pada sesi conference call terbatas, yang berlangsung dengan beberapa jurnalis.

Pada sesi ini, dia menemani Peter Deng, Director Product Management Facebook, yang juga berada di kantor Facebook di Menlo Park, California, Amerika Serikat.

Stiker merupakan emoticon yang berukuran lebih besar dan beragam bentuknya. Saat ini, stiker bertema wayang, yang berjumlah empat puluh macam, masih dalam versi beta. Sedangkan stiker Facebook yang bertema umum sudah bisa dinikmati.

Salah satu bentuk stiker wayang yang sempat dilihat Tempo adalah seorang putri yang ditemani seorang cebol. Stiker bertema lokal memang menjadi strategi dari perusahaan aplikasi mobile messaging untuk mendekatkan diri ke pada para penggguna.

Jumat, 27 Januari 2012

Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengatakan akan mendukung produksi mobil nasional (mobnas) asalkan mobil tersebut telah memenuhi verifikasi dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin)

"Saya tentu ingin menyampaikan bahwa kita ingin sekali memiliki mobnas karena sudah lama Indonesia memerlukan itu. Tetapi kalau mobnas sudah mulai diproduksi, tentu Kemenperin musti melakukan verifikasi tentang bagaimana, apakah komponennya itu betul-betul komponen lokal, apakah hak ciptanya sudah benar, apakah kriteria untuk dimasukkan dalam kategori produksi nasional itu sudah cukup," ujar Agus di DPR, Jakarta, Kamis (26/1/2012).

Menurut Agus, jika suatu produk mobil sudah memenuhi sejumlah kriteria sebagai mobil nasional, maka pemerintah, yakni Kemenperin, pun akan memberikan insentif. Kementerian Keuangan pun akan melakukan hal serupa. "Tentu Kemenperin akan mengusulkan suatu bentuk insentif, dan kami juga rekomendasi, kalau itu suatu karya putra-putri Indonesia, kita harus dukung," tambah Agus.

Namun dia mengatakan, jika sebuah produk mobil masih berupa rakitan dari komponen-komponen impor, misalkan dari China atau Korea Selatan, berarti belum bisa dikategorikan sebagai mobnas. Untuk itu, masih perlu waktu memenuhi kriteria mobnas dan itu harus diusahakan. "Tetapi kita sendiri musti tahu bahwa ada kriteria-kriteria sesuai dengan standar perindustrian yang baik untuk itu (mobil) bisa masuk usulan Kemenperin, untuk bisa mendapatkan dukungan pemerintah lebih lanjut," pungkas Agus.

Menurut paparan Kemenperin, dalam sektor otomotif, sebuah merek mobil dianggap sebagai buatan negara tertentu bila proses akhir perakitan mobil itu dilakukan di negara tersebut. Berdasarkan perjanjian-perjanjian FTA dan SKA, minimal konten lokal 40 persen dijadikan semacam pedoman umum bagi orisinalitas suatu produk otomotif.

Kompas

Rabu, 11 Januari 2012

Gilirian Bakri Membidik Mobil Esemka?

SOLO—Grup Bakrie mempertimbangkan untuk berinvestasi dalam produksi mobil Kiat Esemka. Pertimbangannya, mobil Esemka merupakan produk putra bangsa yang memunculkan kebanggaan.

Kemungkinan Grup Bakrie berinvestasi itu, disampaikan Direktur Bakrie Communication, Taufan Eko Nugroho Rotorasiko, usai menjalani test drive mobil Esemka di kompleks rumah dinas Walikota Surakarta, Loji Gandrung, Selasa (10/1).

”Kita lihat. Kalau angkanya tepat, Bakrie Group kemungkinan akan masuk. Selama ini Bakrie Group selalu ingin mencari usaha yang memajukan bangsa,” kata Taufan, semalam.

”Saya mewakili Bakrie Group, selama ini selalu ingin memiliki usaha yang bisa memajukan bangsa. Yang bisa menyejahterakan masyarakat. Dan mobil ini memiliki potensi untuk itu,” kata menantu Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie itu.

Dia menganalogikan, bisnis mobil Esemka, berpotensi sama seperti bisnis telekomunikasi yang dibangun Group Bakrie. Kesamaannya, kata Taufan, terletak pada pangsa pasarnya, yakni penggunanya akan banyak. ”Tentu menguntungkan bagi penggunanya, menguntungkan juga bagi pembuatnya. Menguntungkan ahli-ahli otomotif Indonesia dan menguntungkan bagi kita semua,” kata Ketua DPP KNPI itu.

Sebagai pebisnis, Taufan mengaku sudah terbiasa memakai mobil berbagai merek. Hanya saja, dia belum akan bangga jika belum menggunakan mobil Esemka. Meskipun belum memastikan menjadi investor Esemka, Taufan meyakini, nantinya mobil Esemka akan banyak menarik investor, terutama yang tertarik di bidang otomotif.

”Kalau angkanya tepat baik Bakrie Group maupun investor lainnya baik dalam maupun luar negeri pasti akan tertarik,” ujarnya. Taufan yang sudah merasakan sendiri mobil Esemka, memberikan apresiasi, terhadap karya pelajar Solo itu. ”Tadi saya sudah mencoba sendiri. Ternyata hasilnya lebih dari yang saya harapkan. Pengerjaannya sudah cukup rapi,” katanya.

Menurutnya, mobil Esemka menjadi bukti, bahwa kemampuan pemuda Indonesia tidak kalah dibandingkan pemuda luar negeri. ”Mobil impor yang harus waspada pada mobil lokal,” ujarnya.

Selain memuji produk Esemka, dia juga mengapresiasi Walikota Joko Widodo, sebagai kepala daerah yang bangga menggunakan produk lokal. ”Saya sangat mengapresiasi langkah pemerintah daerah yang mau menggunakan produk lokal,” kata Taufan.

Sementara itu, Walikota Joko Widodo, mengatakan selain Bakrie Grup ada juga sejumlah investor nasional yang sudah tertarik. Namun semua baru sebatas penjajakan. Jokowi juga sudah mengantongi sejumlah investor dari lokal, namun ia masih menyimpan rapat-rapat nama tersebut.

Sedang untuk investor, Jokowi akan mendahulukan investor lokal dan domestik. Selain itu, latar belakang dan pengalaman investor menjadi pertimbangan utama. Menurutnya, yang penting dari produk Esemka adalah semangat nasionalismenya.

”Yang pertama tentu kita harus melihat track record-nya. Mungkin yang punya background otomotif. Tapi yang paling penting adalah punya rasa dalam negeri,” kata Walikota.

Terkait besarnya nilai investasi yang dibutuhkan, Walikota mengaku masih harus melihat dulu seberapa besar jumlah produksinya dan pangsa pasarnya. Setelah itu, dia baru berani memastikan nilai investasi untuk mobil Esemka. ”Itu masih akan kami hitung. Semua juga tergantung besaran produksinya. Kalau produksinya 1.000 tentu nilainya lebih besar dari kalau hanya produksi 100 unit,” katanya.

Walikota memastikan masuknya investor yang masuk nanti tidak lantas akan menyingkirkan usaha kecil menengah (UKM) yang terlibat. ”Mungkin nanti investor akan masuk dalam after finishing-nya. Mungkin untuk pendistribusian ke agen-agen atau pelayanan purna jualnya,” ujarnya.

Agni Vidya P / Joglosemar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...