Tampilkan postingan dengan label Kiat Motor. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kiat Motor. Tampilkan semua postingan

Rabu, 04 Januari 2012

Sukiyat, Kiat ESEMKA, dan JOKOWI ... 2014?

Sosok yang berperan dalam "kelahiran" mobil Kiat Esemka adalah Sukiyat, pemilik dan pendiri Kiat Motor. Bekerja sama dengan Direktorat Pendidikan Kejuruan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, pria kelahiran Trucuk, Klaten. 22 April 1957 ini merintis perakitan mobil bikinan anak bangsa.

Mobil Esemka naik daun setelah Wali Kota Surakarta, Joko Widodo menggunakannya sebagai mobil dinas. (baca: Jokowi: Mobil Esemka Lebih Nyaman dari Camry). Mobil yang dirakit para pelajar SMK Warga Surakarta dan Kiat Motor tersebut menggunakan komponen 80 persen lokal dan 20 persen impor.

Sukiyat mengawali usaha bengkel motor pada 1978. Kini usahanya berkembang menjadi tempat pengecatan mobil dengan sistem oven dan perbaikan bodi mobil. Persinggungannya dengan siswa sekolah menengah kejuruan dimulai ketika pada 2007, ayah dua anak ini memodifikasi sebuah Toyota Crown menjadi mirip Toyota Land Cruiser.

Tertarik dengan kreativitas Sukiyat, Direktur Pendidikan Kejuruan Joko Sutrisno lantas menyambangi rumahnya di Jalan Yogya-Solo, Ngaran, Klaten. “Dia ingin mengajak kerja sama merakit mobil yang dikerjakan oleh siswa SMK,” katanya ketika ditemui di Solo, Selasa, 3 Januari 2012.

Singkat cerita, sejak 2008 hingga kini bengkel seluas 6.500 meter persegi ini tidak sepi dari aktivitas perakitan mobil oleh siswa SMK. Setidaknya ada 20 SMK yang menitipkan siswanya untuk magang di tempatnya. “Ada yang dari Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah,” lanjut pria yang tidak lulus STM di Klaten ini.

Kemudian, dia turut andil tatkala mendampingi siswa SMK 2 dan SMK Warga Surakarta yang merakit mobil Kiat Esemka. Dua unit mobil hasil perakitan kini telah digunakan sebagai mobil dinas Wali Kota Surakarta Joko Widodo dan Wakil Wali Kota Surakarta Hadi Rudyatmo.

Menurut Sukiyat, dana dua unit mobil tersebut dari masing-masing sekolah, yang mendapat dana dari Kemendikbud. Satu unit biayanya sekitar Rp 350 juta. Komponen mesin didatangkan dari Jakarta, yang juga buatan siswa SMK 1 Jakarta.

Kemudian blok mesin dibikin di Klaten, dan mesin dirakit di SMA Warga. Mesin tersebut berjenis TwinCam dengan merek Esemka dengan kapasitas 1.500 cc. “Sudah injeksi. Sehingga irit bahan bakar karena pembakarannya sempurna,” katanya.

Dimulai pada September 2011, mobil Kiat Esemka yang berjenis Sport Utility Vehicle (SUV) selesai 2,5 bulan kemudian. Dia mengaku bangga dengan hasil karya siswa SMK. Hal itu membuktikan bahwa Indonesia tidak kalah dengan negara lain.


Dengan meluncurkan Kiat Esemka, “Mimpi saya bisa menjadi seperti Henry Ford, yang bisa membuat mobil,” ujar Sukiyat. Nama Kiat Esemka dipilih karena dia turut andil dalam pembuatan bodi, yakni sekitar 80 persen dari total perakitan mobil.

Hingga kini, bengkelnya tidak berhenti bekerja. Sukiyat ingin terus mendidik siswa SMK agar mahir merakit dan nantinya bisa mandiri. Dia berharap lulusan SMK yang dia didik bisa menjadi wirausaha yang berbasis pada industri otomotif.

UKKY PRIMARTANTYO

Senin, 02 Januari 2012

Jokowi dengan Mobil ESEMKA, Hadiah Tahun Baru 2012

Wali Kota Surakarta Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo (Rudy) mulai Selasa, 3 Januari 2012, akan memakai mobil dinas rakitan para siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) dengan Kiat Motor.

"Pak Jokowi nanti akan memakai mobil yang dirakit SMK Negeri 2 Solo bersama Kiat Motor dan Pak Rudy mendapat jatah dari mobil yang dirakit oleh para pelajar SMK Warga Solo bersama Kiat Motor," kata Kepala Dinas Pendidikan Pemudan dan Olahraga Pemkot Surakarta, Rahmat Sutomo, seusai penyerahan mobil tersebut di halaman Balaikota Surakarta, Senin 2 Januari 2012.

Mobil yang dirakit para pelajar SMK dan Kiat Motor yang menggunakan komponen 80 persen buatan lokal dan 20 persen impor itu dibiayai oleh Menteri Pendidkan dan Kebudayaan M. Nuh. "Kedua unit mobil yang akan dipakai sebagai mobil dinas Wali Kota Surakarta dan Wakil Wali Kota Surakarta itu statusnya pinjam pakai," katanya.

Sukiat, pendamping perakitan mobil SMK tersebut, mengatakan harga mobil itu Rp 95 juta per unit--itu kalau diproduksi massal. "Komponen mobil ini sebagian besar buatan anak-anak SMK yang ada di Solo Raya."

"Kami berharap, setelah Pak Jokowi dan Pak Rudy mau memakai mobil rakitan dari anak-anak SMK di Solo Raya, nantinya bisa berkembang dengan baik dan para pejabat lainnya juga mau mengikuti menggunakan mobil ini untuk dinas ataupun pribadi," katanya.

Usai menyerahkan mobil tersebut, Kepala SMK Negeri 2 Solo Susanto dan Kepala SMK Warga Solo Heru Munandar mengatakan untuk perawatan tidak ada masalah. "Mekanik kami siap 24 jam untuk memberikan palayansn apabila ada masalah di kedua mobil yang dipergunakan Pak Jokowi dan Pak Rudy."

Jokowi mengaku bangga dengan kreativitas siswa SMK di Solo. "Saya sangat bangga bisa menggunakan mobil rakitan anak-anak SMK dan Kiat Motor yang pertama. Mobil ini juga tidak kalah dengan mobil-mobil lainnya, silakan dicek dan dicoba. Mobil ini nantinya juga akan saya digunakan untuk dinas," kata Jokowi.

Ia mengatakan di negara-negara produsen mobil seperti di Jepang dan Korea, awal produksi mobil mereka juga seperti yang dilakukan para siswa SMK di Solo Raya ini. Sistem ini akan memperkokoh ketahanan ekonomi di khususnya untuk produsen mobil.

"Menggunakan mobil dinas dengan buatan sendiri ini sama saja mencintai produknya sendiri, maka kami juga memakai produksi sendiri," kata Rudy.

WDA | ANT
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...