Rabu, 28 November 2012

Satu Startup Indonesia (BILNA) Pikat Hati Investor Besar Asia

Nampaknya startup Indonesia juga mempunyai kans untuk dilirik investor. Salah satu contohnya adalah startup lokal bernama Bilna ini berhasil memikat investor dari Jepang dan CA Asia Internet Fund.

CA Asia Internet Fund (27/11) melansir bahwa Japan Venture Capital (VC) dan CA Asia Internet Fund tertarik untuk menanamkan saham ke sebuah situs e-commerce bernama Bilna. Situs ini adalah website retailer untuk segala macam hal seputar bayi dan anak-anak.

Mulai dari susu bubuk, sabun mandi, pakaian, skincare sampai furnitur untuk bayi sampai yang berusia 4 tahun terpampang di laman Bilna. Tidak hanya dua pihak itu saja, investor besar dari Singapura bernama East Ventures juga dikabarkan ikut serta dalam pengucuran dananya.

Bilna adalah startup lokal yang baru saja berdiri sekitar 4 bulan lalu dengan pendiri bernama Ferry Tenka. Selain menjadi retail e-commerce dengan segmen bayi dan anak-anak, yang membuat situs ini menarik adalah terdapatnya fitur bahasa Inggris. Saat ini banyak situs e-commerce atau situs-situs lain yang beredar di internet tidak memasukkan fitur bahasa Inggris di dalamnya.

Bilna juga menawarkan jasa bebas antar untuk wilayah Indonesia. Pengembang Bilna paham bahwa saat ini kemajuan internet serta bisnis via internet mulai banyak digunakan masyarakat Indonesia. Mulai dari memaksimalkan situs jejaring sosial sampai penggunaan blog juga menjadi salah satu sarana berkembangnya e-commerce di Indonesia.

Tidak hanya itu saja, CyberAgent menjelaskan bahwa investasi ini direalisasikan karena investor mulai mempercayai iklim bisnis e-commerce di Indonesia. Selain itu, pertumbuhan ekonomi, pemahaman masyarakat akan internet serta permintaan akan segala hal yang berhubungan dengan bayi dan anak-anak sangat tinggi juga menjadi landasan investor berani berinvestasi di Bilna.

Pihak Bilna mengatakan bahwa dana yang mereka peroleh nantinya akan dialokasikan untuk sisi marketing, rekruitmen, pengiriman barang dan memperbanyak barang-barang yang mereka jual. Sampai sekarang sudah ada 2000 lebih item di Bilna. Tenka juga percaya bahwae-commerce Indonesia akan tumbuh pesat sekitar 3-4 tahun ke depan.

Rabu, 31 Oktober 2012

Keunggulan Nexus 7 Versus iPad Mini

Kehadiran iPad mini mungkin menjadi berita utama, tapi gadget itu sebenarnya bukan apa-apa jika dibandingkan dengan Nexus 7. Berikut alasan mengapa Nexus 7 mengalahkan iPad mini dengan mudah.

Yang pertama (dan yang paling jelas), produk Apple lebih mahal. Model dasar Nexus 7 dijual dengan harga $129 (setara Rp1,25 juta) — lebih murah daripada iPad Mini versi dasar. Bagi kebanyakan orang, perbedaan tersebut signifikan. Uang tersebut bisa dipakai membeli sebuah hard disk SSD 128GB yang mampu mempercepat kerja komputer Anda, sebuah monitor 21 inci 1080p atau smartphone yang fantastis seperti Droid RAZR M seharga $99 (Rp954,43 ribu).

Jika Anda ingin hidup seperti J.F. Sabastian, ilmuwan "Bladerunner" yang hanya bertemankan robot, iPad dan aplikasi asisten suara Siri-nya memang cocok untuk Anda. Siri akan mengikuti keanehan Anda, memberikan omong kosongnya yang sudah diprogram sebelumnya jika Anda mengajaknya untuk menari atau bertanya yang aneh-aneh.

Namun, jika Anda punya teman sungguhan dan keluarga untuk diajak bicara, lebih baik Anda menggunakan asisten suara Google Now pada Nexus 7. Ingin tahu film apa yang dibintangi oleh Russell Crowe atau siapa yang menang pertandingan sepak bola? Mengapa tidak menelepon, mengirim SMS atau membuka email? Google Now akan melakukan itu semua, tanpa ada keanehan seperti di Apple.


Pada konferensi pers peluncuran iPad mini, Marketing SVP Apple, Phil Schiller, mengatakan bahwa iPad Mini dapat menampilkan satu halaman web dengan lebih banyak karena memiliki layar yang lebih besar dan sedikit menggunakan bar navigasi yang terlalu banyak memakan ruang layar. Itu pernyataan bagus, tetapi kenyataannya, layar 1280x800 piksel milik Nexus 7 memiliki lebih banyak piksel dari iPad Mini yang hanya memiliki layar 1024x768 piksel.

Dengan menempatkan lebih banyak piksel pada layar yang lebih kecil (7-inci vs 7,9 inci), tablet Google memiliki kepadatan layar hingga 215 piksel per inci (ppi), dibandingkan dengan 162 ppi pada iPad mini. Itu berarti, Nexus 7 memiliki gambar yang lebih tajam dan dapat menampilkan video HD dalam resolusi asli.

Anda dapat menggunakan kabel USB untuk mengisi ulang Nexus 7, yang merupakan satu-satunya tablet besar yang menggunakan port micro USB standar untuk pengisian baterai. Di sisi lain, iPad mini menggunakan konektor Lightning milik Apple. Jika kabel Lightning yang disertakan iPad hilang, Anda harus membeli yang baru seharga $20 (Rp190 ribu).

Bagaimana dengan proteksi terhadap anak-anak dari konten berbahaya? Meskipun iPad memungkinkan Anda memblokir beberapa aplikasi bawaan Apple dan membatasi konten, Anda tidak dapat memblokir aplikasi dari pihak ketiga, tidak dapat memonitor apa yang anak Anda lakukan dan tidak dapat membatasi waktu penggunaan mereka.

Karena sistem operasi Android dalam Nexus 7 memberikan akses lebih besar, ada aplikasi seperti Kytephone, yang menciptakan sebuah ruang terpisah, agar anak-anak Anda hanya dapat menggunakan aplikasi yang telah Anda pilih. Ada juga Funamo, yang menawarkan kepada para orangtua kemampuan untuk memblokir apa saja, mulai dari situs dewasa hingga aplikasi yang berbahaya, serta membatasi waktu anak dalam menggunakan perangkat tersebut.

Nexus 7 adalah salah satu dari sedikit tablet di pasaran sekarang yang memiliki chip Near Field Communications (NFC) tertanam. Dengan NFC pada perangkat tersebut, Anda dapat berbagi kontak atau informasi lainnya dengan perangkat Android yang berbeda hanya dengan menyentuhkan bagian belakang perangkat secara bersamaan.

Anda juga dipermudah dengan sistem baru pembayaran seperti ISIS dan Google Wallet yang memungkinkan Anda menyentuhkan perangkat Anda pada kasir untuk membayar. Dan generasi baru headphone seperti Sony MDR-1RBT dapat dihubungkan dengan Nexus 7 secara otomatis saat Anda menyentuhkannya ke chip NFC.

Sementara itu, iPad mini, seperti halnya pada semua produk Apple, tidak memiliki NFC. Mungkin kita akan melihatnya ketika iPad Mini 2 diluncurkan.

Ingin berbagi artikel ini dengan teman-teman Anda di Google atau LinkedIn? Anda tidak akan bisa melakukan itu secara langsung dari Safari, browser bawaan iPad mini. Apple iOS membatasi Anda dari Facebook dan Twitter. Pada Nexus 7 dan perangkat Android lainnya, ada satu menu berbagi yang berisi semua pilihan Anda dan tersedia dari setiap aplikasi yang diunduh yang mampu berbagi konten.
Sumber: *




Rabu, 12 September 2012

Sepuluh Faktar iPhone 5, Warisan Terakhir Steve Jobs

Perusahaan gadget Apple Inc. dikabarkan akan meluncurkan produk barunya, iPhone 5. Berdasarkan undangan, ponsel pintar ini bakal diliris pada 12 September 2012. Mendekati harinya, semakin banyak orang tak sabar menanti kehadiran iPhone 5. Kenapa? Sebab gadget ini disebut-sebut sebagai perangkat Apple terakhir yang dikerjakan Steve Jobs sebelum meninggal pada 2011.

Meski Apple belum merilis bentuk iPhone 5, kabar beredar ponsel pintar ini bakal lebih tipis ketimbang iPhone seri sebelumnya. Begitu juga piranti lunaknya, akan lebih halus dan cepat. Dan inilah 10 fakta soal iPhone 5 yang dilansir dari situs Clarion Ledger.

1. iPhone 5 merupakan proyek besar terakhir dari Seteve Jobs. Bahkan menurut seorang analis, seri iPohne ini adalah proyek di mana Jobs begitu terlibat dari awal konsep hingga desain akhir. Dengan alasan itu, iPhone 5 pun disebut-sebut bakal menjadi penghormatan bagi Jobs.

2. Belum ada nama resmi bagi iPhone 5. Sebutan itu baru akan muncul di peluncurannya, Rabu besok. Namun dalam undangan acara peluncuran, Apple mencantumkan angka 5. Kemudian ada angka 12 berupa bayangan, yang merupakan tanggal acara.

3. Meski Apple sudah menyatakan perilisan dilakukan pada 12 September, banyak yang memprediksi bila iPhone 5 baru beredar di pasaran pada 21 September. Sebab itulah kebiasaan Apple. Produk baru muncul ke permukaan beberapa hari setelah pengumuman.

4. Untuk memiliki iPhone sejak hari pertama peluncuran, Anda tak perlu menginap di halaman toko atau terbang ke Amerika. Cukup berbelanja via Internet melalui situs AT & T, C Spire, Verizon, atau Sprint.

5. Ketidaksabaran masyarakat menanti kehadiran iPhone 5 memuncukan prediksi bila penjualan gadget ini bakal mencapai 10 juta unit di akhir September 2012.

6. Bentuk iPhone 5 dikabarkan akan lebih ramping daripada produk sebelumnya. Tapi analis memperkirakan Apple tetap menggunakan logam atau metal dengan jenis warna.

7. Layar iPhone 5 diperkirakan bakal lebih besar dari ponsel sebelumnya. Menurut analis, layar itu tak dibuat melebar. Melainkan memanjang. Meski tak sebesar Samsung Galaxy, dipastikan tak akan sekecil iPhone sebelumnya.

8. Untuk kemampuan baterai, pengguna iPhone tak perlu lagi kesal. Bila di produk sebelumnya iPhone cepat kehabisan tenaga, kini Apple menambah daya baterainya.

9. iPhone 5 akan dilengkapi dengan jaringan 4G LTE. Dengan jaringan ini, Apple berharap iPhone 5 semakin banyak diburu.

10. Terakhir, iPhone 5 tak akan menggunakan konektor sebesar 30 pin seperti pada seri yang dulu. Kini Apple mencantumkan konektor 19 pin di iPhone 5. Alasannya, konektor 30 pin terlalu besar bagi tubuh iPhone 5 yang tipis.

Tampilan dan fitur iPhone 5 memang jauh lebih trendi serta simpel ketimbang produk terdahulunya. Namun seperti kata pepatah lama, ada rupa ada harga. Dan gadget canggih pun tak bakal berharga murah.

Jumat, 03 Agustus 2012

Smartphone Tipis Huawei Tiba di Indonesia

Huawei Indonesia akhirnya secara resmi merilis Ascend P1, smartphone Android yang memiliki desain super tipis.

Dalam rilis pers yang diterima Ghiboo, Kamis (2/8), Huawei menyebutkan bahwa mereka akan melakukan roadshow di Jakarta dan Surabaya.

Untuk Jakarta, acara tersebut akan bertempat di Central Park Mall pada 3-5 Agustus mendatang, dan akan dilanjutkan di BRI Center Park mulai 6-10 Agustus 2012.

Sementara di Surabaya, Huawei memilih Plaza Marina sebagai tempat digelarnya roadshow pada 10-12 Agustus 2012.

Seperti diketahui, Huawei Ascend P1 adalah smartphone dengan ketebalan 7,69mm yang didukung prosesor dual-core 1.5Ghz. Layar sebesar 4,3 inci dengan resolusi 960x540 Gorilla Glass disinyalir mampu memenuhi kebutuhan para penggunanya.

Grafik didukung secara terpisah melalui SGX 540 Graphic Processor. Kamera yang disisipkan pada Ascend P1 berkekuatan 8 MP autofocus dengan LED Flash, yang juga mampu merekam video HD 1080p.

Beberapa fitur tambahan seperti 5.1 surround sound, Wi-Fi, Bluetooth, RAM 1GB, memori internal 4GB, serta slot microSD hingga 32GB semakin melengkapi Ascend P1. Produk yang juga memiliki dual microphone untuk meredam suara sekitar ini telah memakai sistem operasi Android terbaru, yakni Ice Cream Sandwich.

Dengan berbagai fitur papan atas tersebut, tak berlebihan jika Ascend P1 layak dilirik oleh mereka yang mencari smartphone Android high-end. Harga yang dibanderol untuk satu unit Huawei Ascend P1 adalah Rp 4,3 juta.

Jumat, 30 Maret 2012

Sahas Katta dengan Galaxy Nexus Mengalahkan Windows Phone

Keinginan Microsoft untuk meruntuhkan dominasi Android dalam pasar sistem operasi mobile tampaknya bukanlah pekerjaan yang mudah. Ingin menunjukkan kehebatan Windows Phone lewat tantangan Smoked by Windows Phone, Microsoft malah harus mengakui kehebatan Android.

Tantangan Smoked by Windows Phone ini menjadi kontroversial dan sempat menjadi pembicaraan yang hangat di media sosial, setelah salah seorang peserta merasa dicurangi oleh Microsoft.

Smoked by Phone Windows adalah sebuah kontes yang mengadu kecepatan Windows Phone dan smartphone berbasis Android atau iOS. Jika Windows Phone kalah cepat, maka Microsoft akan memberikan uang US$ 1.000 bagi peserta yang ponselnya mampu mengalahkan Windows Phone.

Adalah Sahas Katta yang menjawab tantangan Microsoft tersebut. Dengan membawa Galaxy Nexus yang sudah berjalan dengan Android Ice Cream Sandwich, dia ditantang untuk beradu cepat dalam mengakses informasi cuaca secara realtime dari dua kota berbeda di Amerika Serikat.

Karena Google Nexus miliknya tidak memasang fitur pengunci handsetdan memiliki widget cuaca yang langsung tampil di halaman muka, maka dengan mudah Sahas menampilkan cuaca di dua kota yang diminta. Cukup dengan menekan tombol daya, cuaca di dua kota dengan cepat muncul.

Sedangkan Windows Phone masih memerlukan dua gerakan, membukahandset dan menggeser layar untuk menampilkan informasi cuaca.

Namun sayangnya, staf karyawan Microsoft tidak mau mengakui kemenangan Sahas. Karyawan itu kemudian mencari-cari alasan bahwa yang diminta adalah cuaca di dua kota dalam dua negara yang berbeda.

Merasa dicurangi, Sahas kemudian menuliskan keluhannya itu lewat media sosial. Ceritanya pun dengan cepat menyebar. Hingga akhirnya cerita ini sampai kepada Ben Rudolph, orang Microsoft yang bertanggung jawab atas kontes ini.

Ben lewat akun Twitter-nya, @BenThePCGuy, akhirnya mengajukan permintaan maaf kepada Sahas dan menawarkan kontes ulang tantangan Windows Phone.

Sahas, meskipun kecewa, rupanya tidak kapok dengan tantangan Microosft tersebut. Lewat akun @sahaskatta, dia menyatakan siap menguji lagi mana yang lebih cepat antara Windows Phone atau Android.

Namun belum juga tanding ulang itu terlaksana, seolah mengakui kekalahannya, Ben segera menawarkan Sahas sebuah laptop dansmartphone gratis sambil tetap meminta maaf atas perlakuan tak enak yang diterima.

THEVERGE | IQBAL MUHTAROM


Kamis, 29 Maret 2012

Ultrabook Berprosesor Intel Ivy Bridge di Ajang Pameran Produk Elektronik Computex 2012, di Taiwan, Awal Juni

Para produsen komputer dikabarkan bakal ramai-ramai memamerkan Ultrabook dengan prosesor Intel Ivy Bridge di ajang pameran produk elektronik Computex 2012, di Taiwan, awal Juni 2012.

Kabar ini datang dari situs teknologi asal Taiwan, Digitimes, yang mendapat informasi dari sumber yang ikut menyelenggarakan Computex.

Disebutkan, Ultrabook pertama dengan prosesor Intel Ivy Bridge akan muncul setelah Intel mulai mengirimkan prosesor generasi ketiga itu satu bulan sebelumnya. Intel memang menjanjikan pengapalan massal Ivy Bridge akan dimulai pada kuartal kedua 2012.

Kabarnya, prosesor Ivy Bridge dengan model Core i5 akan segera diadopsi oleh dua produsen asal Taiwan, yakni Acer dan Asus.

Intel Ivy Bridge dengan proses produksi 22 nano meter (nm) ini akan menggantikan prosesor Intel dengan nama kode Sandy Bridge. Grafis pada prosesor ini juga ditingkatkan, serta mendukung Microsoft DirectX 11.

Intel mengklaim, performa Ivy Bridge lebih cepat 20% ketimbang Sandy Bridge, sedangkan performa grafisnya lebih cepat 60%.

Selain Intel, Microsoft juga diprediksi akan membahas rincian lebih lanjut seputar sistem operasi Windows 8 di Computex. Besar harapan pula, Microsoft akan menjelaskan tentang Windows 8 untuk perangkat tablet dengan prosesor berarsitektur ARM.

Computex 2012 akan menjadi tempat 1.800 peserta memamerkan produk terbaik mereka di 5.400 gerai yang disediakan. Pameran komputer terbesar di Asia itu akan diselenggarakan pada 5-9 Juni 2012.

Sumber : Kompas & PC Magazine
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...