Tampilkan postingan dengan label Mobile World Congress. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mobile World Congress. Tampilkan semua postingan

Kamis, 28 Februari 2013

Samsung Galaxy S4 Dipastikan Meluncur 14 Maret

Samsung Electronics memastikan akan meluncurkan ponsel cerdas andalannya, Galaxy S4, pada tanggal 14 Maret.

Samsung telah mengirimkan undangan untuk acara "Samsung Unpacked" di New York pada bulan depan. Meski undangan itu tidak menjelaskan secara terperinci, CNET telah mengkonfirmasi seorang eksekutif puncak Samsung bahwa Galaxy S4 akan membuat debut di sana.

Setelah keberhasilan Galaxy S3, langkah antisipasi dilakukan untuk mempersiapkan jajaran Galaxy S selanjutnya. Galaxy S3 tahun lalu telah muncul sebagai saingan kuat iPhone, bahkan penjualannya terus meningkat setelah iPhone 5 diluncurkan akhir tahun lalu.

Pengumuman andalan baru Samsung itu kemungkinan akan menyertai banyak pengumuman lainnya di Mobile World Congress (MWA). Seperti Consumer Electronics Show, relevansi MWA telah mulai berkurang karena para pemain utama memilih untuk mengumumkan produk mereka secara sendirian. HTC, contohnya, pekan lalu mengumumkan debut andalannya, ponsel cerdas One, pada acara global mereka di London dan New York.

Laporan sebelumnya menyebutkan peluncuran Galaxy S4 akan dilakukan pada tanggal 14 Maret. Samsung menjanjikan berbagai spesifikasi baru pada perangkat itu.

Spesifikasinya: prosesor delapan core Exynos, satu unit prosesor grafis delapan core terpisah, layar 4,99 inci SuperAMOLED, RAM 2GB, kamera belakang 13 megapiksel dengan kemampuan merekam video 1080p, kamera depan 2 megapiksel, dan versi terbaru dari Android yang dikenal sebagai Jelly Bean 4.2.2.

Samsung mengatakan kepada CNET bahwa pihaknya akan mempertimbangkan untuk menggunakan perangkat lunak keamanan baru, Knox, pada Galaxy S4.

Rabu, 21 Maret 2012

Android Mulai Tergelincir Dari Daftar Prioritas Para Programmer Mobile

Aplikasi web kini menjadi alternatif pilihan atas berbagai kesulitan pengembangan yang ada di Android. Sulitnya coding di Android menjadi alasan utama.

Hal ini terungkap dari survei yang dilakukan Appcelerator, yang merupakan alat pemrograman untuk lintas platform. Selama ini, Appcelerator digunakan oleh lebih dari 280 ribu programmer untuk mengembangkan lebih dari 35 ribu app.

Dari sejumlah angka tersebut, programmer yang mengaku sangat tertarik dalam pemrograman di Android turun secara drastis. Pada kuartal kedua, angka ketertarikan kini tinggal 78,6 persen, dari sebelumnya yang mencapai 83,3 persen. Ketertarikan pada Android tablet juga terus menurun pada kuartal kedua, dari sekitar 68,1 persen menjadi 65,9 persen.

Sementara itu, iOS Apple tetap menempati urutan atas, hanya turun dari 91 persen menjadi 89 persen untuk iPhone. Adapun untuk iPad mencapai 88 persen.

"Apa yang telah kami lihat dalam tahun terakhir adalah penurunan dalam ketertarikan di Android," kata Mike King, ahli strategi utama mobile Appcelerator. Mike pun menyebut bagi hasil sebagai alasan utama.

Menurut Mike, banyak pengembang yang tidak puas dengan pembagian platform, serta bagi hasil dari keuntungan penjualan aplikasi. "Ini membuat sulit jika Anda seorang pengembang yang membuat uang di Android," katanya.

Para pengembang ingin memiliki sistem operasi yang terbuka. Keterbukaan ini berarti mereka akan memiliki fragmentasi, karena perangkat, ukuran layar dan fitur, akan menjadi pertimbangan.

Meski demikian, Google masih dapat mengambil hati para programmer dengan mengungguli Microsoft Windows Phone yang turun sekitar 37 persen. Sistem operasi Research in Motion BlackBerry untuk ponsel juga terus tergelincir dan sekarang berada pada sekitar 16 persen.

Tampaknya aplikasi web, yang dibangun dengan teknologi seperti HTML, CSS, dan JavaScript yang berjalan menggunakan mesin browser, menjawab keluhan programmer terhadap fragmentasi Google.

Aplikasi web naik sedikit menjadi 67 persen, melewati tablet Android pada kuartal terakhir. "Itu respons terhadap fragmentasi," kata Mike King.

Sebanyak 79 persen responden mengatakan bahwa HTML5 akan menjadi komponen penting pada 2012. Tapi, hanya 6 persen yang berencana untuk mengembangkan seluruh aplikasi web yang berjalan dalam HTML5. Selebihnya, lebih dari 72 persen berencana dengan pendekatan hibrida (campuran) untuk membuat elemen antarmuka asli di sebuah aplikasi yang bergantung pada mesin browser di belakang layar.

"Sebuah campuran memiliki beberapa kode asli pada perangkat, namun isinya akan dikirimkan melalui HTML. Google Maps adalah contoh yang baik," kata Raja.

Google mungkin akan kecewa mendengar kabar ini. Tapi, di sisi lain mendapat dorongan utama dari pengembang aplikasi web, terutama untuk komputer pribadi yang menjalankan browser Chrome dan Chromebooks, yang juga produksi Google.

Kabar baik lain untuk Google adalah jejaring sosialnya, Google +, yang dikatakan oleh King menarik minat para pengembang. Namun, sebanyak 61 persen responden mengatakan bahwa Facebook tetap akan memainkan peranan penting dalam strategi sosial perusahaan, dibandingkan aplikasi Google yang hanya mendapat 39 persen. | CNet (art)

VIVAnews


Kamis, 15 Maret 2012

Dominasi OS Android, Kenapa?

Di antara sekian banyak pilihan sistem operasi (OS) untuk perangkat mobile, Android menjadi OS yang paling cepat berkembang. Diperkenalkan pada 5 November 2007, kini OS Android sudah masuk generasi keempat yang diberi nama Ice Cream Sandwich.

Kepopuleran Android mampu menggerus pangsa pasar iOS dari Apple, BlackBerry OS dari RIM, Windows Phone dari Microsoft, dan Symbian dari Nokia. Android dengan cepat menguasai pangsa pasar smartphone global, dengan perolehan 52% pada kuartal III tahun 2011, menurut data dari lembaga riset Gartner.

Demam Android sekarang rasanya memang menitikberatkan ke pasar tablet, perangkat yang satu ini memang memberikan kemudahan dan nilai lebih bagi penggunanya. Seluruh vendor telekomunikasi berlomba-lomba menciptakan beragam tablet dan kecanggihan teknologinya, sama halnya OS Android di Samsung Galaxy Tab.

Samsung Galaxy Tab sendiri mulai diperkenalkan bulan September 2010, dan terus melakukan inovasi sehingga menjadi salah satu produsen tablet terbesar. Ukuran layar yang bervariasi dan teknologi di dalamnya membuat Samsung Galaxy Tab menjadi perbincangan dan pilihan para pecinta gadget.

Lalu bagaimana dengan sistem operasi Androidnya? Nah, inilah beberapa keunggulan Android yang ada di Samsung Galaxy Tab.

1. Open source
Ibarat sistem operasi untuk komputer desktop, Android adalah Linux untuk tablet. Ya, Android adalah sistem operasi yang berbasis kernel Linux. Android merupakan sistem operasi terbuka (open source). Artinya, Google merilis kode sumber (source code) Android untuk memudahkan pengembang aplikasi yang hendak menciptakan aplikasi untuk Android.

2. Google serius kembangkan Android
Sebagai empunya Android, Google nampak begitu serius mengembangkan ekosistem si robot hijau ini. Hingga 2012, Android telah dikembangkan sampai generasi keempat atau disebut Ice Cream Sandwich. Dari generasi ke generasi, Android terus mengalami kemajuan signifikan. Mulai dari performa teknis, hingga tampilan antarmukanya.

3. Ketersediaan aplikasi yang berkualitas
Karena Android bersifat open source, para programmer dan pengembang aplikasi pun antusias menciptakan aplikasi. Pengembang aplikasi tak perlu berhadapan dengan prosedur platform OS berbayar, karena aplikasi buatan mereka bebas didistribusikan dengan lisensi open source, shareware atau bahkan freeware.

Selain Android Market, khusus bagi pengguna Samsung Galaxy Tablet, Anda akan dimanjakan dengan Samsung Apps, sebuah aplikasi ekslusif bagi pengguna handset Samsung yang berbasis Android. Dimana aplikasi-aplikasi di Samsung Apps berguna untuk mengoptimalkan Tablet Samsung Anda.

Ada banyak aplikasi gratis, namun tetap berkualitas mulai dari kategori game, sosial media, chatting, entertainment, hingga aplikasi perkantoran.

4. Pengembang rajin meng-upgrade aplikasi
Pengembang aplikasi untuk Android rajin melakukan upgrade atas aplikasi yang telah mereka buat. Ini membuktikan keseriusan dan konsistensi pengembang pada aplikasi mereka agar tidak kehilangan konsumen.

5. Keberagaman pilihan perangkat
Android tidak hanya diproduksi oleh satu vendor saja. Google mempersilakan vendor mana saja yang ingin mengadopsi Android. Google meyakini bahwa Android adalah tentang pilihan.

6. Harga terjangkau
Keberagaman pilihan smartphone Android menciptakan persaingan dagang yang kuat di antara para vendor. Ini akan merangsang para vendor untuk menciptakan perangkat Android, yang ditujukan untuk segmen low end sampai high end. Sehingga semua kalangan dapat menjajal sensasi Android.

7. Bebas mengkostumisasi ROM bagi yang suka mengoprek
ROM adalah singkatan dari Read Only Memory. Kostumisasi ROM pada Android biasa disebut rooting. Rooting bukanlah sesuatu yang ilegal dalam ekosistem Android. Fungsi rooting sejatinya digunakan pihak ketiga untuk mengembangkan aplikasi. Sedangkan untuk individu, mereka dapat mengetahui dan mengakses file sistem Android.

Memang dibutuhkan kemampuan teknis untuk melakukan rooting, seperti teknik flashing, restore, recovery, dan sebagainya. Salah satu keuntungan rooting adalah dapat menghemat daya baterai hingga meningkatkan performa smartphone, karena Anda dapat menghapus aplikasi standar yang dirasa tidak diperlukan.

8. Terkoneksi dengan seluruh layanan Google
Bagi Anda yang sudah sangat familiar dengan layanan Google, maka Android adalah pilihan yang tepat. Android didesain untuk mendukung layanan GMail, Google Docs, Google Maps, YouTube, Google Talk, Google+, dan tentu saja mesin pencari Google.

Selain tujuh keunggulan Android di atas, ada satu hal penting yang sebenarnya menjadi kunci keberhasilan Android tak lain adalah dukungan vendor-vendor ternama terhadap Android.

Android didukung oleh sebuah aliansi bernama Open Handset Alliance (OHA), yang didirikan tepat saat Google memperkenalkan Android, 5 November 2007. OHA adalah sebuah konsorsium yang dipimpin oleh Google, dan sampai saat ini OHA sudah beranggotakan 84 perusahaan yang bergerak di bidang hardware, software, telekomunikasi, dan semikonduktor dari seluruh dunia.

Sabtu, 21 Januari 2012

HTC Edge Berbasis CPU Quad-core: Tunggu 26 Februari 2012?

Ponsel pintar alias smartphone berkembang dengan pesat. Tak hanya dari sisi fitur dan disain tapi juga dari teknologi perangkat kerasnya (hardware). Belum juga banyak ponsel berfasilitaskan prosesor CPU dual-core, kini mulai beredar wacana akan smartphone quad-core.

Salah satunya berasal dari HTC, yang mana dikabarkan bakal menggelar acara pada 26 Februari mendatang. Dan, dirumorkan pada tanggal tersebut pabrikan asal Taiwan itu akan memperkenalkan ponsel pertamanya yang berbasis CPU quad-core. Bila itu benar terjadi maka HTC mengambil kebijakan yang tak biasa mengingat pengumuman produk barunya itu sebelum ajang Mobile World Congress (MWC) 2012 dimulai.

Rumor sebelumnya menyebutkan adanya HTC Edge, yang digadang-gadang memiliki prosesor quad-core, dengan layar 720p. Bila benar HTC menggelar acara tersendiri sebelum MWC maka kemungkinan besar HTC sudah tak sabar ingin segera berbagi dengan para penikmat teknologi selular.

Atau, setidaknya HTC berfikir ekshibisi pribadi bakal membuatnya lebih fokus dalam mencuri perhatian, mengingat pada ajang MWC bakal banyak vendor-vendor lain yang akan memperkenalkan jajaran produk baru. Itu pun masih sebatas prediksi. Untuk kebenarannya kita tunggu saja perkembangan infonya. (Wr)

Tabloid Pulsa
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...