Tampilkan postingan dengan label Gamer.3D Designer. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gamer.3D Designer. Tampilkan semua postingan

Selasa, 24 Januari 2012

Situs Android Design dari Google, Penyeragaman?

Google telah meluncurkan situs web Android Design, tempat di mana pengembang aplikasi bisa mendapatkan tips tentang cara membuat aplikasi untuk sistem operasi Android versi 4.0 atau disebut Ice Cream Sandwich.

Matias Duarte, Director of Android User Experience dari Google, mengumumkan peluncuran Android Design di acara pameran elektronik paling bergengsi di dunia, Consumer Electronics Show, 10 sampai 13 Januari lalu di Las Vegas, Amerika Serikat.

Google mendeskripsikan Android Design sebagai: "situs untuk mempelajari prinsip-prinsip desain, building blocks, dan pola untuk membuat tampilan antarmuka Android berkelas dunia."

Belakangan ini, Google memang semakin memperhatikan ekosistem Android. Salah satunya adalah masalah tampilan Android yang sangat beragam, yang menyebabkan Android terfragmentasi. Langkah semacam ini dinilai bagus untuk masa depan Android, sekaligus menertibkan para pengembang aplikasi.

Awal Januari 2012, Google telah mewajibkan para vendor produsen Android dan pengembang aplikasi untuk menggunakan antarmuka Holo yang telah dibuat Google. Holo wajib diimplementasikan agar mempermudah pengembang dan vendor mengintegrasikan widget, tombol aplikasi, dan menu di layar.

Google berharap aplikasi Android memiliki identitas kuat dan familiar digunakan oleh penggunanya karena tombol, widget, hingga temanya rapih dan konsisten. Ice Cream Sandwich akan menjadi sistem operasi Android pertama yang menggunakan standar desain dan antarmuka dari Google.



Senin, 02 Januari 2012

Kepala Desainer Apple, Jonathan Ive, mendapat hadiah istimewa di awal tahun 2012

Lelaki berkebangsaan Inggris yang berjasa mengembangkan perusahaan nomor satu di Amerika Serikat ini mendapat gelar kebangsawanan di daftar Penghargaan Tahun Baru.

Seperti dikutip dari laman BBC, setelah mendapatkan gelar Knight Commander of the British Empire, Jony pun mendapat gelar "Sir" di depan namanya. Dengan demikian secara resmi namanya menjadi Sir Jonathan Paul Ive.

Gelar ini pun disambut penuh suka cita oleh Jony. "Saya sadar mengambil banyak manfaat dari keindahan tradisi di bidang desain dan pembuatan Inggris Raya. Sejak awal saya menemukan apa yang saya inginkan adalah mendesain," tutur Ive.

Dibesarkan di Chingford, sebuah distrik di London, Jony Ive mulai bekerja di Apple pada tahun 1992. Sejak itu pula Jony menjadi 'otak' di balik sejumlah produk keren Apple.

Tapi. bakat Jony Ive dalam hal desain, bisa dibilang, menjadi besar berkat pendiri Apple Steve Jobs. Saat Jobs kembali ke Apple dan menjadi iCEO (interim CEO, atau Kepala Eksekutif Sementara), Jobs menunjuk Jony Ive sebagai Wakil Presiden Senior di bidang desain industri.

Dalam buku biografi "Steve Jobs" yang ditulis Walter Isaacson, Jony dikabarkan memiliki rencana untuk keluar dari Apple. Kala itu, Jony muak dengan fokus Apple yang sangat mementingkan profit, yang seakan tidak peduli dengan estetika produk.

Tapi ucapan Jobs membuat Jony urung keluar. Saat itu Jobs berkata, "Tujuan Apple bukan hanya untuk menghasilkan uang, tapi untuk membuat produk hebat."

Keputusan Jony Ive sungguh tepat. Bersama Steve Jobs, Jony menjadi orang yang sangat berjasa di balik keindahan produk-produk Apple. Visi Jobs mengenai estetika, berhasil diterjemahkan sempurna oleh Jony Ive menjadi produk yang cantik nan bermanfaat.

Berawal dari membesut desain iMac, Jony Ive pun kemudian terus menghasilkan sejumlah desain produk yang menjadi ikon Apple. Dari produk yang terbilang tak berhasil seperti PowerBook G4, G4 Cube, hingga produk andalan Apple seperti MacBook, MacBook Pro, MacBook Air, iPod, iPhone, dan iPad.

Enam hasil karya Ive, termasuk iPod model awal, telah jadi bagian dari koleksi Museum of Modern Art di New York, AS. (eh)



Minggu, 08 Mei 2011

Acer Aspire 5943G for Gamer and 3D Designer

Acer kini menghadirkan produk laptop multimedia terbarunya bernama Acer Aspire 5943G. Laptop ini sangat cocok digunakan para casual gamer atau 3D desainer. Seperti apa?

Salah satu produk yang dicoba adalah laptop kelas multimedia ini. Walau didesain bagi fungsionalitas multimedia dan hiburan, namun produk ini juga kuat diajak 'berlari' sebagai gaming laptop. Pasalnya produk ini telah dibekali prosesor Intel Core i7 dan ATI HD 5650.

Riko Gunawan, Brand Manager Acer Indonesia menjelaskan bahwa produk ini sangat cocok digunakan bagi para casual gamer ataupun 3D desainer.

Pertama kali melihat desainnya, tertarik dengan balutan cover metal-look yang ada pada body keyboard, yang dibawahnya langsung disambung warna hitam legam. Dengan bentangan layar sebesar 15,6 inchinya, keyboard 5943G pun dilengkapi tombol numerik disisi kanan.

"Salah satu kelebihan produk ini adalah media control," ujar Riko. Media control yang menyatu dengan touchpad ini desainnya unik karena memiliki dua fungsi.

Tekan pada bagian bawah touchpad, maka jajaran LED berwarna biru khas 'gemstone'langsung muncul. Tombol-tombol LED ini fungsinya untuk menjalankan fitur-fitur multiedia Acer.


Saat dijajal untuk memutar DVD dengan Windows Media Center, tombol-tombol LED biru tersebut terasa nyaman. Sayangnya, saat difungsikan sebagi touchpad, kesannya malah terlalu licin karena bahan glossy yang diusungnya. Walau tanpa dukungan speaker berkelas, namun dentuman suara speakernya juga sudah lumayan.

Nah, berikut ini adalah beberapa spesifikasi Acer Aspire 5943G:
Prosesor Intel Core i7/ Grafis ATI Mobility Radeon HD 5650/ Memori RAM 4GB
OS Windows 7 Home Premium 64-bit
Hardsik 640 GB
Display 15,6 inchi
Tiga port USB 2.0
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...