Rabu, 14 Maret 2012

GPS & Google Earth: Lebih Akurat Untuk Menentukan Arah Kiblat (Ka'bah)

Arah Kiblat dimana Ka’bah menjadi acuan arah ketika umat Islam melakukan ibadah shalat begitu penting dan menjadi syarat sahnya shalat. Isu ini dikabarkan ramai di Jawa Tengah, mengingat beberapa masjid diketahui bergeser dari arah seharusnya menghadap Ka’bah.

Seperti Masjid Raya Baiturahman Semarang yang setelah ditelusuri ternyata kiblat bergeser 2 derajat nol menit 32,48 detik, kurang ke selatan dari arah seharusnya. Mengingat jarak Indonesia ke Ka’bah di Mekkah cukup jauh, meski dengan derajat pergeseran ‘kecil’ namun hal itu membuat masjid ini berkiblat melenceng 214 kilometer dari Ka’bah.

Apakah temuan tersebut merupakan hal yang aneh? Tentu tidak. Bukan karena memang orang-orang tua kita dahulu ‘asal’ saja menentukan arah kiblat, namun perkembangan terkini dari teknologi informasi membuat posisi Ka’bah begitu juga dengan masjid yang ingin mengetahui arah kiblatnya dapat diketahui secara pasti. Perkembangan ini membuat cara-cara penentuan berdasar atau melalui benda alam seperti matahari maupun kompas biasa, menjadi tertinggal dan dirasa kurang tepat–kalau tak mau dibilang salah.

Namun, meski dirasa menjadi hal yang wajar, mengingat Ka’bah menjadi acuan arah dalam shalat, baiknya semua masjid melakukan penentuan ulang arah kiblat. Kejadian salah arah kiblat, diyakini bukan hanya terjadi di Jawa Tengah. Kesalahan ini mungkin saja terjadi di seluruhIndonesiamengingat cara-cara penentuan kiblat masa lalu adalah hampir sama, dan memang belum banyak yang benar-benar menggunakan pemanfaatan teknologi informasi (TI) dalam penentuan arah kiblat, mengingat ‘penemuan’ koordinat dari Ka’bah secara meluas juga baru setelah layanan seperti Google Earth diluncurkan.

Meski memang, tingkat melenceng antara masjid yang satu dengan masjid lainnya, bisa jadi tidak sama. Mungkin ini karena ada juga masjid yang sudah menggunakan pengukuran dengan kompas yang juga dilengkapi dengan petunjuk arah Kiblat. Namun, kompas dengan penunjuk arah kiblat itu lebih banyak hanya ditujukan dan digunakan di kota-kota besar saja, sehingga ketika untukkotakecil bahkan kecamatan atau kelurahan/desa, biasanya menggunakan posisi kiblat dengan mengacu kekotabesar terdekat.

Penentuan kiblat kini bisa dilakukan dengan teknologi dalam dua cara yaitu pemanfaatan Global Positioning System (GPS) dan hadirnya layanan Google Earth.

GPS ditemukan oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat dan Ivan Getting yang merupakan sistem satelit navigasi, yang utamanya didesain untuk navigasi. Saat ini GPS juga menonjol sebagai perangkat waktu (timing). Dengan 18 satelit, dimana masing-masing ada enam dalam tiga orbit angka dengan jarak 120º, dan stasiun bumi, membentuk GPS awal.

Sementara Google Earth, besutan aplikasi dari Google yang dikenal sebagai mesin pencarian, merupakan sebuah program pemetaan interaktif yang disediakan oleh satelit dan fotografi udara yang mencakup keseluruhan planet Bumi. Google Earth dianggap sangat akurat karena dapat menggambarkan posisi gunung, gedung, rumah, termasuk masjid hingga sedekat-dekatnya.

Dengan GPS dan dipermudah Google Earth-lah, posisi Ka’bah di Mekkah, Arab Saudi, kini dengan mudahnya dijejak. Seperti ditunjukkan dari Goole Earth, koordinat letak Ka’bah adalah 21º 25′ 21.05” Lintang Utara dan 39º 49’ 34.31” Bujur Timur. Koordinat inilah yang memudahkan untuk melihat apakah posisi kiblat masjid yang ada diIndonesiasekarang ini melenceng atau tidak.

Cara sederhana yang digunakan apakah terjadi deviasi atau tidak arah kiblat masjid yang ada diIndonesiaadalah dengan menarik garis dari titik sentral Ka’bah ke masjid yang akan kita uji. Namun, pengujian ini adalah indikasi awal apakah kiblat melenceng atau tidak.

Disebut indikasi awal karena pengujian dilakukan terhadap posisi masjid, yang umumnya adalah persegi empat dimana titik tengah dari keempat sisi bangunan itulah yang dijadikan titik uji, bukan keadaan posisi menghadap kiblat ketika shalat sesungguhnya dilakukan. Hal ini karena secara kebiasaan, masjid dibangun menghadap ke arah kiblat.

Dengan cara tersebut, misalnya kita bisa menguji bagaimana dengan posisi kiblat dari Masjid Istiqlal,Jakarta. Dari koordinat tengah Masjid ini 6º 10′ 10.01” Lintang Selatan dan 106º 49’ 53.30” Bujur Timur diketahui bahwa jarak masjid ini dengan Ka’bah adalah 7.910 km. Dan dari penarikan garis, Masjid Istiqlal dapat dinyatakan lurus berkiblat ke Ka’bah.

Masjid lain yang coba diuji adalah Masjid Kubah Emas, di Depok. Dengan melihat titik tengah dari bangunan yang terletak pada koordinat 6º 23′ 03.36” Lintang Selatan dan 106º 46’ 18.94” Bujur Timur dapat diketahui bahwa ada kemiringan sudut sekitar 8º.

Kemiringan juga terjadi pada Masjid Baiturrahim yang terletak di kompleks Istana Negara. Berdasar koordinat titik tengah bangunan 6º 10′ 11.95” Lintang Selatan dan 106º 49’ 22.86” ada sekitar 30º pergeseran. Sehingga, arah kiblat yang dituju bukanlah Ka’bah di Arab Saudi melainkan ke Afrika.

Dari indikasi awal, untuk memastikan apakah masjid Anda benar-benar melenceng atau tidak, dan ke mana arah kiblat seharusnya, dapat dipakai perangkat GPS. Setelah memasukkan koordinat Ka’bah, pengukuran dapat dilakukan di luar bangunan masjid (karena GPS harus mendapatkan sinyal dari satelit) di depan posisi imam biasanya berada, dapat dijejak ke mana arah kiblat seharusnya. Sebab dengan fasilitas yang ada, arah kiblat langsung dapat ditunjukkan dengan arah panah di perangkat GPS yang kita pakai.

Meskipun, dalam indikasi awal ada kemiringan, karena berdasar posisi bangunan masjid, mungkin saja, dalam shalat arah kiblat sudah diluruskan. Sebab, urusan geser-menggeser arah kiblat ini sesungguhnya bukan urusan besar, dimana bangunan harus diubah arahnya, melainkan dapat menggeser sajadah menghadap arah kiblat seharusnya. Sehingga, isu salah kiblat dapat disikapi dengan tenang, melakukan pengecekan dan perbaikan, dengan cara mudah, yaitu memanfaatkan teknologi informasi

Redaktur: Hafidz Muftisany
Reporter: Rachmita Virdani
Sumber: arsip moslem


Selasa, 06 Maret 2012

Rilis Windows 8 versi Consumer Preview pada 29 Februari lalu

Microsoft telah merilis Windows 8 versi Consumer Preview pada 29 Februari lalu. Ini merupakan versi uji coba, silakan download lebih dahulu file installer dari halaman ini, http://preview.windows.com/.

Meski Microsoft tidak menyebutkan secara khusus, tetapi Windows 8 akan tersedia dalam sembilan edisi atau versi. Hal ini diketahui dari file registry editor di Windows 8 Consumer Preview yang dirilis tersebut.

Kesembilan versi tersebut meliputi:
Dibandingkan dengan Windows 7 yang dikeluarkan dalam 7 edisi, Microsoft menambah tiga edisi baru di Windows 8. Edisi yang ditambah adalah Professional Plus, Enterprise Evaluation, dan ARM Edition.

Microsoft belum memberi tahu soal fitur-fitur pembeda di setiap edisinya.

Namun, untuk ARM Edition, Microsoft memang merancang Windows 8 sebagai OS yang bisa berjalan di perangkat mobile, yakni tablet dan smartphone, yang kebanyakan menggunakan prosesor berarsitektur ARM.

Namun, kesembilan edisi Windows 8 itu belum menjadi keputusan akhir karena hingga saat ini Windows 8 masih dalam bentuk Beta atau uji coba.

Sumber : Beta News & Kompas


"Sekarang sedang dibicarakan untuk membangun pabrik peluru kendali di Indonesia yaitu C-705," kata Purnomo di Kementerian Pertahanan

Menteri Pertahanan, Purnomo Yusgiantoro menegaskan, Indonesia menganut prinsip kebijakan yang sifatnya bebas dan aktif. Termasuk bidang kemiliteran, kita tak tergantung pada salah satu negara atau kepentingan.

Alat utama sistem senjata (alutsista) TNI berasal dari berbagai negara, misalnya, F-16 dan helikopter Apache dari Amerika Serikat, dan pesawat Sukhoi dari Rusia. Pemerintah juga menggandeng China untuk bekerja sama mempersenjatai militer Indonesia dengan peluru kendali.

"Sekarang sedang dibicarakan untuk membangun pabrik peluru kendali di Indonesia yaitu C-705," kata Purnomo di Kementerian Pertahanan, Selasa 6 Maret 2012.

Purnomo menjelaskan, pihaknya juga akan menggenjot produksi alutsista dalam negeri. "Kalau tidak bisa, kita akan lakukan joint production, atau transfer teknologi," kata dia. Kerjasama soal itulah yang sedang dibicarakan dengan China.

Peluru kendali jenis C-705 memiliki jarak tembak sampai 140 kilometer. "Peluru kendali ini kalau kita bisa produksi dalam negeri, kita akan pasang di daerah perbatasan untuk pengamanan," kata dia.

Rudal C-705 akan melengkapi armada Kapal Cepat Rudal (KCR) milik TNI Angkatan Laut.Proses kerjasama produksi rudal ini dilakukan Kementrian Pertahanan RI dan Precision Machinery Import-Export Corporation (CPMEIC) yang menjadi pemegang proyek pengerjaan rudal C-705.

Mampu hancurkan kapal

Rudal C-705 kali pertama diperkenalkan ke publik pada ajang Zhuhai Airshow ke-7 tahun 2008.
Seperti dimuat Wikipedia, misil ini adalah pengembangan dari C-704, dan bentuknya lebih menyerupai miniatur C-602. Pengembangan rudal baru ini fokus ke tiga hal: elemen mesin, hulu ledak, dan sistem pemandu.

Pengembangnya mengklaim, desain modular dari mesin baru meningkatkan jangkauan rudal yang sebelumnya 75-80 km, menjadi sampai 170 kilometer.

C-705 dipersiapkan untuk mengkandaskan kapal perang lawan yang berbobot hingga 1.500 ton. Daya hancur yang dihasilkannya bisa mencapai 95,7%, ideal untuk menenggelamkan kapal.

Bobot hulu ledak: 110 kilogram

Daya jangkau: 75 km, 170 km dengan tambahan roket pendorong

Mesin: roket padat

Sistem pemandu: radar, TV, atau IR

Target: kapal dengan bobot samlat 1,500 ton

Platform peluncuran: pesawat, permukaan kapal, kendaraan darat

Daya hancur: 95,7 persen

Honda Vario Techo 125 PGM-FI Teknologi ESP dan PGM-FI

PT. Astra Honda Motor (AHM) meluncurkan Honda Vario Techo 125 PGM-FI dengan mesin berbasis teknologi Enhanced Smart Power (ESP) dan Programmed Fuel Injection (PGM-FI).

President Director AHM Yusuke Hori mengatakan teknologi itu mampu menciptakan akselerasi yang cepat sehingga dapat menempuh jarak 200 meter hanya dalam 12.8 detik dan konsumsi bahan bakarnya jauh lebih hemat 30 persen dibanding Vario sebelumnya yg berbasis teknologi ECE R40.

"Mesin ESP adalah mesin pendingin cair pertama yang dapat menekan emisi gas buang secara drastis atau melebihi standar emisi euro 3," katanya ketika menggelar jumpa media di Jakarta pada Senin (5/3).

Motor skutik itu memiliki desain yang terinspirasi dari mobil konsep Honda NSX sehingga tampilan lebih tajam, atraktif dan sporty.

Teknologi ACG Starter yang mengkombinasikan altenator dan startermenghasilkan suara motor yang halus ketika menyala.

Teknologi itu juga dapat mengurangi berat kendaraan dan sistem panel elektrik dengan mengkombinasikan tampilan analog dan digital.

Model itu dilengkapi fitur bagasi jumbo yang berukuran 18 liter untuk menyimpan helm fullface dan kapasistas tanki bensin sebesar 5.5 liter.

Untuk fitur keamanan, motor skutik itu memiliki fitur keselamatan Combination Brake System (CBS) untuk menambah kepakeman rem dan Brake Lock yang mencegah motor loncat ketika mesin dinyalakan.

Honda Vario Techno 125 PGM-FI dipasarkan mulai Maret 2012 dengan harga Rp. 15.9 juta untuk varian motor dengan pengereman combi brake system dan Rp. 15.1 juta untuk varian standard.

Ada empat pilihan warna untuk combi brake system yaitu Vigor Black, Bionic Red, Onyx Violet dan Titanium Black. Untuk varian standar, ada lima pilihan warna yaitu Sonic White Blue, Titanium Black, Nitric Orange, Lunar Red, dan Swift White Silver.



Senin, 05 Maret 2012

5 Juta US Dollar Untuk ITB Dari RIM-BlackBerry

Ini kabar baik bagi mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB). Tugas akhir mahasiswa S-1 hingga S-3 ITB kini tak sebatas sebagai syarat kelulusan. Karya mereka, bila dalam bentuk aplikasi ponsel BlackBerry, bisa langsung dipakai oleh produsen BlackBerry, Research in Motion (RIM). Perusahaan asal Kanada itu akan mengucurkan dana US$ 5 juta untuk kerja sama riset aplikasi BlackBerry dengan ITB selama 5 tahun.

Letter of intent RIM dan ITB baru ditandatangani pada Sabtu, 3 Maret 2012. Menurut Ketua Lembaga Pengembangan Inovasi dan Kewirausahaan ITB, Suhono Harso Supangkat, surat nota kesepahaman baru akan diteken ITB dan RIM pada April mendatang. "Kami sedang merancang detail rencana kerja sama itu akan seperti apa," ujarnya kepada Tempo, Ahad, 4 Maret 2012.

Menurut Suhono, riset aplikasi untuk BlackBerry itu mencakup 6 tema, di antaranya untuk pendidikan, kesehatan, transportasi, dan pemerintahan. "Misalnya aplikasi untuk memantau kemacetan, juga cek kesehatan," katanya. Aplikasi itu pada tahap awal khusus dibuat untuk pengguna BlackBerry di Indonesia. ITB akan mencari sekitar 30-60 mahasiswa yang sanggup membuat aplikasi-aplikasi yang diinginkan RIM.

Mahasiswa-mahasiswa tersebut tidak dipekerjakan seperti di pabrik yang setiap hari harus menghasilkan sesuatu. "Ini kerja otak, jadi tidak seperti itu dan tidak mengganggu kuliah," katanya. RIM rencananya akan memberikan dana bertahap US$ 1 juta setiap tahun ke ITB untuk riset aplikasi yang dibutuhkan. Mahasiswa yang mengerjakannya akan mendapat beasiswa, karyanya sekaligus menjadi tugas akhir.

Dosen Sekolah Tinggi Elektro dan Informatika ITB Yusef Rusmansyah berpendapat kerja sama ITB dan RIM itu bisa mendekatkan karya mahasiswa dengan dunia industri. Namun ITB perlu berhati-hati ketika melakukan negosiasi agar tidak terjebak dalam kerja sama yang merugikan, termasuk soal hak cipta.

Menurut dia, hak cipta aplikasi mahasiswa dan ITB untuk BlackBerry tidak boleh dilepas. Sedangkan kontrak jual-beli aplikasi itu bisa memakai beberapa model yang menguntungkan kedua belah pihak. Misalnya jual putus dengan harga aplikasi yang berlaku di dunia informasi dan teknologi, tapi si pembuat aplikasi tidak diikat bekerja hanya untuk satu perusahaan. "Supaya mereka bebas berkreasi membuat aplikasi lain untuk pembeli lain," kata dosen yang sudah membuat 20 lebih aplikasi untuk sebuah perusahaan telepon seluler itu.

Hasil uang dari pembuatan sebuah perangkat lunak untuk telepon genggam, ujar Yusef, sangat lumayan bagi mahasiswa. "Lebih dari Rp 20 juta, atau setara uang masuk ke ITB sekarang. Dan tiap tahun dia bisa bikin aplikasi yang baru," katanya.

Ia melihat ITB dan pemerintah Indonesia punya posisi tawar yang kuat, jika melihat pangsa pasar BlackBerry sekarang ini yang menurun di Amerika Serikat dan Eropa, kecuali di Indonesia. "Indonesia sepertinya menjadi benteng pertahanan terakhir mereka," kata Yusef.

ANWAR SISWADI

Jumat, 02 Maret 2012

BBPT: Jangan Putus Asa dan Terus Perbaiki Produk Mobil Esemka Rajawali

Meski belum lolos dalam uji emisi oleh Balai Termodinamika, Motor, dan Sistem Propulsi, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), manajemen PT Solo Manufaktur Kreasi diminta untuk tidak putus asa dan terus memperbaiki produk mobil Esemka Rajawali.

Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan Bambang S Ervan mengatakan, selain tidak lolos uji emisi, mobil Esemka hanya belum memenuhi satu standar uji tipe, yaitu lampu mobil yang belum memenuhi syarat.

Dua masalah tersebut diyakini bisa dipenuhi apabila ada usaha untuk memperbaiki. Ia mengatakan, pihak BPPT sudah bersedia bekerja sama dengan pihak Esemka untuk memperbaiki kekurangan tersebut.

"Kami yakin dengan bantuan para ahli dari BPPT masalah emisi dan lampu mobil Esemka Rajawali bisa diperbaiki standarnya," kata Bambang di Jakarta, Kamis (1/3/2012).

Bahkan, menurutnya, pihak Kemenhub telah menyurati pihak PT Solo Manufaktur Kreasi agar berkoordinasi dengan BPPT untuk meningkatkan standar sehingga memenuhi syarat.

Ia menyatakan, uji tipe dan emisi yang dipersyaratkan ada 11 item dan hanya dua yang tidak lolos standar, yakni emisi buangan dan kemampuan lampu.

Standar emisi untuk mobil baru seharusnya membuang karbon dioksida (CO) dengan 5 gram per km dan HC+NOx standar 0,70 gram per km. Namun, mobil Esemka Rajawali emisi pembuangannya masih cukup tinggi, yaitu CO-nya 11,63 gram per km dan HC+NOx sebesar 2,69 gram per km.

Sedangkan pada uji tipe yang dilakukan pada 2010, lampu mobil yang tidak lolos ujian. Pemerintah menetapkan standarnya dalam satu lampu memiliki 12.000 candel (CD), tetapi pada Esemka lampu kanannya baru menyinarkan 10.900 CD dan sebelah kiri sebanyak 6.700 CD. (Hendra Gunawan)


Esemka Belum Lulus Uji Emisi, Tapi Bukan Kegagalan

Arak-arakan Pulang Kandang Pasca Uji Emisi
Surat Keputusan AJ.402/17/6/DJPD/2012 dari Dirjen Perhubungan Darat menjadi kabar buruk bagi Walikota Solo, Joko Widodo. Sebab, dinyatakan, mobil Kiat Esemka tak lulus uji emisi.

Akibatnya, Jokowi terpaksa mengandangkan mobil dinasnya begitu juga dengan Wakil Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo. Persiapan infrastruktur pembuatan Esemka yang direncanakan Juni pun molor. Juga launching yang berbarengan dengan peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI, terpaksa diundur.

Terkait tak lolosnya Esemka dalam uji emisi, Jokowi akan menemui siswa SMK Negeri 2 Surakarta yang terlibat dalam perakitan Esemka, hari ini, Jumat 2 Maret 2012.

"Pak Jokowi akan menemui siswa jurusan otomotif yang ikut membuat mobil Esemka. Pak Jokowi akan memberikan pengarahan," kata Humas SMK Negeri 2 Surakarta, Kasmadi kepadaVIVAnews.com, Kamis, 1 Maret 2012 malam.

Dia menambahkan selain memberikan pengarahan, walikota juga akan memberikan semangat kepada para siswa jurusan otomotif tersebut. "Pak Jokowi akan menyemangati para siswa. Itu bukan kegagalan, namun hanya belum lulus uji emisi dan akan diulangi lagi," katanya.

Pertemuan tersebut, seperti diucapkan Kasmadi, dilakukan di ruang kelas jurusan otomotif. Pasalnya, pertemuan hanya diikuti siswa jurusan otomotif. "Pokoknya kita ikuti saja pertemuannya."

Selain SMK Negeri 2 Surakarta, SMK Warga Surakarta juga terlibat dalam perakitan mobil Esemka yang sebelumnya sempat digunakan walikota dan wakil walikota sebagai kendaraan dinasnya.

Tetap semangat


Sebelumnya, Jokowi mengaku tetap semangat dalam usaha menggolkan Esemka sebagai mobil nasional. “Pokoknya tetap semangat, maju, perbaiki dan ulang uji emisi lagi. Supaya mobil Esemka lebih baik,” kata Jokowi.

Menurut dia, dengan tidak lulusnya uji emisi membuat mobil Esemka kehilangan satu momentum. “Kita kehilangan sebuah momentum. Yang pesan sudah banyak. Masyarakat sudah semangat seperti ini terhadap mobil Esemka, tetapi malah tidak lulus,” ujarnya.

Sebelumnya, Wakil Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo menegaskan, tak lolos uji emisi bukanlah kegagalan buat Esemka. Ke depan, kata dia, kualitas gas buang mobil Esemka akan diperbaiki agar dapat ikut kembali uji emisi.

"Uji emisi yang Kementerian Lingkungan Hidup menyebutkan jika ambang batas gas buang belum memenuhi persyaratan, yakni kadar CO2 masih di atas 5 gram per kilometer,” kata Rudy di Solo, Kamis 1 Maret 2012.

Meskipun tidak lolos uji emisi, perjuangan untuk meloloskan mobil Esemka tetap akan dilakukan. "Ke depannya kualitas gas buang mobil Esemka akan tetap terus diperbaiki supaya bisa lolos," tambah dia.

Menurutnya perjuangan hasil karya anak negeri tidak akan berhenti. "Sertifikat maupun uji emisi tidak bisa meminta-minta. Tetapi harus melalui perjuangan," ujar Rudy.

Meski hasilnya tak seperti yang diharapkan, kemampuan Esemka menempuh perjalanan Solo-Jakarta pulang pergi adalah sebuah bukti ketangguhan mobil buatan anak bangsa. "Bahwa Esemka bukan odong-odong." 



Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...